Showing posts with label #Komunitas. Show all posts
Showing posts with label #Komunitas. Show all posts


Sore Kawan,
Hari cerah itu di grup dolanan ada notif yang berisi list. Tahu-tahu udah ada list aja, kaget akutuh.
Iya, ini list nanjak Gunung Batu, Jonggol-Bogor Barat.
Biasanya tahu nama Jonggol aja dari tempat syuting film nah ternyata disana ada Gunung Batu juga? Uedan, kuper banget gue.

Singkat cerita karena pengangguran banget ditanggal itu, ngedaftarlah gue. Untuk keberangkatan sendiri kebagi menjadi dua. Satu dari Bekasi Timur satu lagi dari Depok punya cerita.
Karena gue termasuk alien Bekasi, jelas gue berangkat dari Depok Bekasi. Apalagi gue kejatahan ngendarain UFO yang akan mengantarkan aliansi Bekasi ke Gunung Batu.
Berangkat jam 11.00 wib sampai jam 13.00 wib, gak percuma gue naik UFO perjalanannya lancar ditambah orang-orang kayaknya masih lomba lari dari kenyataan atau lomba melupakan mantan sehubungan dengan 17an anti mainstream.


Sore kawan, 

Cerita kali ini disponsori oleh AKBER, siapa itu AKBER, silakan ulik disini bersama dengan Mbak Hanny Kusumawati.  Gue sendiri baru pertama kali nih ikut kelas menulis, biasanya kan menyambangi perkumpulan alien maniak grepe-grepe keyboard (dibaca blogger).

Awalnya agak pesimis karena ada seleksi tapi ya dicoba aja dulu siapa tahu dewi fortuna bersin ke gue yekaan. Menjawab segala pertanyaan sambil berdoa rupanya dewi fortuna bersedia bersin dimuka gue. Yaa ada nama gue kecantum disitu. Bahagia? Beuh bahagia gue. Iya sesederhana itu mah kebahagiaan gue.




Jadi beberapa waktu lalu gue punya kesempatan bertemu dengan seseorang yang emang inspiratif banget, gadis talented yang emang udah membuktikan dirinya.Gue gak berani sebut nama karena gak dibayar haha.. #canda

Namanya Maria Harfanti, gak tau?
Tadinya gue juga gak tau siapa dia,tapi ternyata dia Miss Indonesia tahun 2015.

Sumber


Berawal dari pertemuan yang gue hadiri, gue mengenal satu bahasa ini.
Ini bukan bahasa nenek moyang, tanah air, atau kayak Tiongkok yang mengangkat bahasa nasionalnya karena penduduk mayoritas.
Nah bahasa ini uniknya dibuat, loh kok bahasa dibuat.. bisa gitu?? Nah untuk ngejawab masalah itu bacalah terus..

Bahasa Esperanto dibuat oleh Dr. Ludwig Lazarus Zamenhof (1815-1917 - Warsawa, Polandia) berhubung namanya rada susah berikutnya akan kita panggil dia mas Zam, pemikiran untuk membentuk bahasa ini seiring dengan lingkungan mas Zam, dimana orang sekitarnya waktu itu memiliki lebih dari satu bahasa, membuat pertengkaran akibat salah tafsir.
Nah, muak sama itu semua akhirnya dia membuat bahasa terencana dan terstruktur tanpa perkembangan kayak bahasa ibu di tahun 1887.


Merasa pernah mendengar satu komunitas ini? Kalau tidak pernah mungkin kalian bisa baca ini, berita mengenai Ibu Lia, beliau adalah pemimpin sekaligus pencetus komunitas Eden atau ini deh berita terbaru diakhir tahun 2015.

Lalu kenapa gue tiba-tiba mengungkit kenangan lama macam mantan yang gak bisa move on. Jelas bukan karena gue butuh sandaran hidup tapi karena ketenangan sabtu gue terusik oleh sohib yang minta ditemenin ke komunitas ini.
Apa tujuannya, ya jelas tujuannya bukan buat gabung ke dalam komunitas ini, tapi mengumpulkan bahan untuk tugas multikultural dia. Gue sebagai sohib yang emang udah baik dari sananya ya tentu saja mengiyakan, lebih-lebih gue cukup penasaran sama komunitas yang beritanya bahkan masuk silet, dulu silet itu tenar banget, gue bahkan gak pernah kelewatan setiap episodenya dan seneng banget niru mbak feni rose waktu ngomong 'silet' kayak ada tajem-tajem nya gitu, tapi ya silet udah bubar sekarang semenjak mbak feni rose lebih milih jualan apartamen yang besok senin harganya udah naek.





Heyho, ada baiknya kalian menonton video singkat diatas sebelum beralih ketulisan yang bakalan buat kalian berfikir dua kali.

Gerakan #SayaSehati ini beranjak dari gerahnya segelintir para pemuda akan media massa yang dinilai tidak terlalu bijak dan terjepit kondisi atasan-bawahan untuk menyebarkan segala informasi, ini semua didukung pula dengan kondisi masyrakat yang tidak mumpuni terhadap info dan kebanyakan pasrah pada ketidakberdayaan untuk menelaah segala informasi.

Karena Tuhan selalu tau bagaimana membuat gue semangat dan bagaimana menyentuh hati gue. 

Semata-mata tulisan ini bukan hanya untuk pamer, betapa gue beruntung punya Tuhan, bukan juga buat menunjukkan kefanatikan gue terhadap agama gue.
Gue gak pernah bilang agama kalian salah dan agama gue adalah pembawa kebenaran.
Gue berbicara mengenai Tuhan secara hakiki, dan gue ingin bercerita kenapa gue akhirnya buat tulisan ini.

Gue cuman kurang pandai menunjukkan perasaan gue kepada orang lain, kadang gue perlu waktu berhari-hari hanya untuk meyakini bahwa kejujuran adalah hal paling membuat diri beruntung tapi juga harus siap terhadap hasil yang didapatkan.

Tentu setiap Ramadhan selalu berbeda, contohnya #KenanganRamadhanku tahun ini sungguh benar-benar berbeda, kalo kata bang Rhoma “terlalu, jreeng”.

Apa yang membuat beda?

Kenapa bisa beda?

Ya, karena akhirnya Negara Api hanya menyerang Negaranya Aang dan bukan Indonesia.
Moment itu adalah ::
                                                                 Bukan Takjil Biasa