Showing posts with label #Opini. Show all posts
Showing posts with label #Opini. Show all posts
 


Perjalanan ke Bandung,
Melihat pemandangan hijau,
Mengingatkan gue pada sebuah kisah semasa dulu,
Ketika gue duduk dibangku SMK, bayangkan duduk aja gue udah bisa buat cerita.
Pas pelajaran pengembangan diri, jadi lu semua tau kan kenapa badan gue mengembang haha
Seoarang guru memberikan tugas, dan gue pun sebagai murid tau-ladan mengumpulkannya.
Tugasnya ada beberapa gambar dan diantara gambar-gambar itu kita pilih sesuai dengan kepribadian kita.
Sumber


Gue rasa gak ada manusia yang gak pernah mengeluh,
ya gak sih?
setubuh gak nih sama gue? pasti enggak, setubuh soalnya kecuali kalo setuju, ckck..

Menurut abang ganteng KBBI mengeluh adalah :
mengeluh/me·nge·luh/ v menyatakan susah (karena penderitaan, kesakitan, kekecewaan, dan sebagainya)
(Ngomong-ngomong tau darimana lu KBBI cowok sampe dipanggil abang?
Ya biar mesra aja )

Sumber
Jelas semua anak gaul seantero Indonesia paham sama arti kata satu ini, Julid atau Julit.
Sebenernya gue juga kurang paham nih sama penulisan yang bener yang mana, pake +d atau +t, yang jelas anak gaul manapun akan mengucapkan dengan pelafalan yang sama. Kok daritadi gue ngomong gaul gaul padahal digauli gak mau, soalnya kalau gak dibatasi anak gaul takut ada persepsi umur yang berbeda.

Nah, sebelumnya mari kita persamakan persepsi bahwa dalam artikel kali ini kita akan memakai JULID, kenapa gak pake +T? Karena kalau pake +D cupnya gede #KasiihDah..
Dalam kamus resmi macem KBBI dan kamus bahasa sunda yang temen gue punya, gue gak menemukan satu kata planet lain ini, bahkan kamus kemedikbud online yang selalu dimutakhirkan setiap sebulan sekali kalau inget juga gak ada. Tapi kalau saudara-saudara berbangsa dan bertanah air nyarinya di KBBI Online atau kitab gaul yang sekarang udah banyak link menuju kesana bisa dipastikan ketemu sama satu kata ini.



"Kak.. minta foto dong"
Sekali dua kali gue bertemu sama adik kelas yang begini. Dia minta foto dan mintanya ke semua orang yang saat itu beraktifitas sama dia.

Arti sebuah foto,
gue gak paham ya apakah nantinya dia akan cetak atau hanya sekedar tayang singkat di media sosialnya lalu tertumpuk dengan foto-foto lain di home ataupun timeline-nya.
Yang jelas sesingkat perjalanan kebersamaan kami kala itu.

Pernah gue bertanya begini
"Kenapa melakukan hal itu?"
Disaat itu dalam otak gue adalah gue sendiri gak sanggup untuk menghafalkan wajah mereka apalagi nama (saat itu jumlah aktivisnya sekitar 100 orang lebih). Dia nampak berfikir sebentar lalu dengan wajah tersenyumnya mengatakan dengan riang
"Untuk kenang-kenangan"
Anak yang gue kenal ini terpaut jauh umurnya dari gue, sekitar SMA belum lulus kala itu.
Kalau yang terbaru, yang gue jadiin pict cerita ini udah kenal dari tahun 2016 dan secara sengaja bertemu lagi ditahun 2018 ini.

Saluton Lebaiers!
Disuatu hari yang cerah merona, gue seperti biasa terlena oleh kasur dan kipas angin, namun karena mata gak kunjung tenggelam saking silaunya sinar mentari akhirnya gue putuskan untuk menambahkan televisi dalam daftar kasur dan kipas angin.

Lama nonton, gak kunjung ngerti juga gue sama apa yang gue tonton. Namun ada yang menggelitik gue sesaat, ketika tokoh lelakinya dengan lantang menyebut kalau dia Panseksual. Apa.. Apa.. Panseksual?
Macem mana lagi itu artinya, pikir gue.
Tanpa melihat kelanjutan filmnya, gue langsung buka browser dan cari arti panseksual yang agak ganjil buat gue.

Hari ini ada acara imunisasi disekolah tempat gue menggali butir-butir berlian. Kebetulan gue yang saat itu tugas berjaga ngawasin mbak mbak perawat ataupun dokter mengganti setiap jarum suntik yang dipakai.

Mulai dari dipeluk erat, digenggam dengan kekuatan dahsyat, baju basah dengan tangisan, sampai akhirnya pada satu titik dimana salah satu murid bersikeras dan sangat keras tidak mau disuntik.

Sebelumnya ada dua murid yang memang tidak berkenan disuntik, menangis sejadinya dan ditenangkan dengan sangat sabar oleh kepala sekolah. Apa mau dikata, ijin dari orang tua agar anaknya disuntik telah dikantongi terlebih ini adalah untuk kesehatan. Maka memang tidak ada salahnya untuk terus berusaha membujuk, dua murid itu meski berteriak akhirnya berhasil disuntik.

Dalam kehidupan ini kadang dikejutkan oleh hal-hal yang kita sendiri gak ngerti kenapa bisa kita terkejut.
Bahkan kita seringkali bertanya mengapa itu terjadi.
Hal baik seringkali membuat kita kaget apalagi hal buruk.

Sama seperti begini, gue dan kesukaan gue mencoba makan di pinggir jalan.
Pertimbangan gue memilih makan di pinggir jalan adalah apakah tempat itu cukup bersih, apakah sanitasinya cukup terjaga. Apakah akan baik-baik saja, biasanya kalau sudah memastikan hal itu dengan melihat sekilas gue akan langsung memutuskan untuk makan ditempat itu.

“Tumben baju lu bagus”
“Muka lecek banget, pengen gue setrika rasanya”
“Itu badan apa penggilesan, rata amat”

Rasa-rasanya kalau ada orang yang udah biasa gaul sama gue, ngedenger hal-hal macem itu udah biasa paling gue di “Kampret lu” atau dikatain “Sial”.

Ngomong jujur (baca:songong) menjurus ke frontal buat gue emang kadang gak bisa di rem, makanya seringkali orang yang gak kenal pun bakalan bilang, ‘gila mulut udah kayak pompa kering, bikin semua orang menderita’
Oh my..

Heloo Lebaiers!

Beberapa waktu lalu sempat tersiar kabar tetangga bahwa si anu tetangga gue terjerat hutang dari kartu kredit sampai lintah darat akibat hobinya jalan-jalan keseluruh dunia.

Agak gila sih kalau menurut gue, soalnya kesimpulan yang dapat ditarik secara orang umum adalah "gara-gara make kartu kredit" padahal sebenernya itu ya gak bener-bener amat.
Mari kita ramai-ramai menyalahkan saja pengendalian diri yang kurang hingga kejadian ini terjadi,
Berikut gue kasih tips and trik nih gimana caranya biar lu pada travelling kartu kredit gak pake bangkrut:


Tahu Uno Stacko?
Bingung cara maininnya?
Tenang aja,
gue juga sama.

Nah tapi bukan bermaksud menyesatkan, yang jelas ini cara gue dan keluarga gue biasanya main mainan yang bertujuan bikin si ponakan terkecil kaget sampe nangis *senyum setan*

Uno Stacko seperti kita tahu terdiri dari balok warna warni (cuman 4 warna sih biasanya; ungu, kuning, merah, hijau, diluar itu haram).


Bakso mungkin gak asing ditelinga dan yang terbayang pasti buletan adonan dengan campuran daging.
Nah kalau beranak bagaimana?
Apalagi ditambah berayun?
Tenang gak usah mikir sampe kepala sakit.

Ceritanya berawal dari penjelajahan Bekasi dunia lain lalu pulang diiringi dengan hujan berangin. Dengan tubuh yang udah pake jas ujan tapi masih aja nembus, akhirnya kita pun melipir ke warung bakso, "Bakso Beranak" begitu tulisannya, ngebuat perut gue tergelitik begitu juga dengan pikiran gue.
Bayangin lebaiers, bakso aja udah beranak! lah gue masih aja garuk aspal sekarang, sendirian pula..

Yang unik dari warung bakso ini ternyata gak cuman nama baksonya yang fantastis bombastis amajing, tapi juga tempatnya yang gahol abis. Iya, tempat duduknya ayunan loh..
Kebayang kan makan bakso yang beranak sambil diayun-ayun, rasanya gimana gitu.

link

"triing.."
Ada notifikasi pesan masuk, gue liat sekilas tulisannya potongan harga. Begitu dibuka, beneran dipotong-potong.

Salah satu brand kopi menawarkan potongan khusus untuk resep baru mereka, berhubung promonya oke banget gue dan Gita langsung meluncur ke brand itu.
Sebenernya gue tergolong orang yang jarang banget ngopi-ngopi cantik macem orang metropolitan tapi demi temen cantik yang doyan promo kopi, rela deh gue haha..

Kebetulan tempat kerja gue gak jauh dari coffee shop yang dituju, begitu masuk meskipun belum kelar jam kantor udah terlihat antrian orang promo, gila orang Indonesia emang peka banget sama promo. Jadi kalau misalnya pasangan kalian gak peka kasih aja promo, misalnya promo cinta, promo kencan atau promo apa gitu mungkin aja dia jadi lebih peka.

"I’m creeping in your heart babe
dwijipgo muneoteurigo samkyeo
geurae neol humchyeo tamnikhae"

Tenang tenang, itu bukan bahasa Bekasi kok. Itu lagunya Exo yang judulnya monster. Exo juga bukan sejenis makanan tapi itu boyband yang emang punya basis cukup besar di Indonesia. Gue sendiri bukan Fans Exo, masih setia sama girls generation dengan kaki jenjangnya #eh. haha..

Kali ini Bogor dan pesona kulinernya narik gue lagi, setelah sebelumnya berkesempatan pergi dengan duo maut @nesyanathan dan @darvintolie, kali ini gue dengan sejawat gila @ndydhi. Mendengar ada kafe gaya Korea di Bogor kita pun langsung samperin. Bermodal kereta lanjut angkot kita malah salah turun, walaaahh..
Yang seharusnya kita turun di Ramayana Jl. Padjajaran setelah pintu tol karena angkot 02 lewat situ (dan disambung angkot lain setelahnya) tapi kita malah turun di Hotel Amaris di Jl. Padjajaran. Karena dipeta terlihat begitu dekat akhirnya kita memilih untuk jalan kaki ketimbang melanjutkan dengan angkot.


Rasanya gue udah beberapa kali bolak balik Bogor dan masih belum sanggup libas abis kuliner Bogor.

Kali ini gue, Nesya dan Darvin ke Bogor untuk jajah kuliner Bogor. Awalnya sih gak cuman bertiga tapi apa daya angin tak sampai, beberapa teman yang tadinya mau ikut cuman jadi bisikan belaka.

Perjalanan dimulai usai gue pulang gawe tancep gas ke Bogor naik kereta. Salah satu kesenangan gue naik kereta adalah ke Bogor cuman bayar goceng, hoho..

Sampai di Bogor kami langsung menuju lokasi pertama, MOMO MILK, iya!
Tempat nyusu paling keren fenomenal, denger-denger sih pake susu murni yang langsung diperes dari sapinya (dengernya sih begitu).

Maen air sambil belajar sejarah?
Kenapa enggak, itu lah yang gue lakuin di hari minggu (07/05/2017) bulan ini.

Berhubung kali ini gue pun melakukan one day trip pake bumbu spesial, gak solo trip ataupun backpackeran, tapi pake paketan yang tersedia. Ini kali pertamanya gue ke Pulau yang ada di Jakarta tanpa nego harga sama nelayan. Gue make jasa "Seesun Travel" yang gue nemu di IG berkat rekomendasi teman, sebenernya dia pun belum pernah make jasa ini. Bermodal kepercayaan dan lumayan banyak juga yang make jasa dia, akhirnya gue beraniin make jasa ini.

Nah gak kayak biasanya gue berangkat dari Muara Angke atau Pelabuhan Kali Adem, kali ini gue diminta naik dari dermaga Muara Kamal, dimana itu? gue pun juga gak tau... haha.. baru pertama kali denger soalnya.

Gue sendiri memutuskan untuk naik kereta, kalau kalian memutuskan untuk naik kereta, stasiun yang paling dekat adalah Stasiun Rawa Buaya (Jalur arah Tangerang), dari sini sebaiknya naik taksi atau ojek online karena akses masuk yang sulit.
Kalau memang mau naik angkot, naiklah mobil carry tanpa plat. Biasanya dipatok 30rb.

Senayan sabtu (11/03/2017) bukan main ramainya, bukan mau demo atau mau ada kader partai yang dateng, ini lebih dari itu.
Ada GATF gaes.. gak tau GATF? Tenang jangan panik, jangan sedih, gue juga baru tau kemarin kok.. haha..

GATF ini adalah Garuda Travel Fair, jadi semacam pameran tapi orientasi ke tiket pesawat dan segala akomodasinya untuk pergi berlibur. Garuda sebagai penyedia layanan transportasi menjadi wadah bagi fasilitas lain untuk unjuk merk di pameran ini. Bayangin aja kalian bisa naik Garuda modal 900ribu ke Bali PP loh yaaa atau 3jutaan untuk paket honeymoon, loh kok seneng?
Iyaaa seneng, yang bikin gak seneng Promo yang "wah" itu berlaku kalo kalian punya kartu bank BNI. Pas tau kenyataan ini rasanya dari Surga langsung dihempas ke dasar Neraka, kok dosanya jadi kayak numpuk 7 turunan..
Udah tau dong Bekasi terkenal banget sama harapan-harapannya, mulai dari indah, baru sampe jaya. Nah, sekarang ini Bekasi juga punya hutan mangrove yang didalamnya ada jembatan cinta.
Hasik gak tuh?
So, ketika mendapatkan libur bukan di tanggal merah (terimakasih pilkada Jakarta putaran kedua, engkau menginsipirasiku). Gue dan Yoana, memutuskan untuk berkunjung ke Hutan Mangrove kepunyaan Bekasi yang letaknya gak jauh-jauh amat.

Kebetulan meeting point kita di Harapan Indah, biar bisa berkhayal yang indah-indah dulu. Lalu kita lanjutkan dengan menyusuri Banjir Kanal Timur (BKT), susuri BKT sampe ujung jalan (disini ada jembatan) ambil kanan lalu lurus sampai ketemu Marunda Center, tenang dari Marunda Center jangan bahagia dulu perjalanan masih memakan waktu lagi. Nah dari sini lurus terus sampe bosen, hati-hati jalannya agak rusak karena kondisi tanah kosong yang dibanjiri air. Setelah mentok dan gak bisa lurus lagi ambil kiri, karna kalau kanan balik lagi ke Harapan Indah (ternyata ada jalan lebih dekat haha). Setelah ambil kiri lurus aja terus sampe ketemu masjid yang bagus banget dan disebelah PLTGU Muaratawar. Ikuti saja jalan di PLTGU Muaratawar ini sampai ke belakang PLTGU, lalu kita akan ketemu kremotariun nirwana yang letaknya persis didepan loket masuk wisata ini.

Halo Lebaiers!
Piye kareba?

Kali ini gue kembali menjelajahi daerah Bekasi, tapi bukan sembarang Bekasi. Ini Bekasi yang terletak dipedalaman sana dan sangat jauh dengan induknya. Ini Bekasi yang ambil bagian didaerah Cibubur. Ini Bekasi yang sebenernya deket banget sama tol. wkwk..

Agak lebai sih emang, ini cuman di Pondok Melati - Bekasi kok. Kalau dari Jatiasih tinggal lurus aja, kalau dari Jakarta tinggal ambil arah TMII - Bambu Apus - Cipayung - Jl. Raya Hankam - Pondok Melati, cuman ambil jalan begitu tapi memakan waktu kurang lebih 1 jam 30 menit dalam kondisi tidak terlalu macet.

Ini kemana sih?
Ada apa sih?
Emang ada yang seru-seru gitu sampe disamperin?
Penting banget gitu sampe pedalaman?

Pasti kalian bertanya-tanya apakah itu TEPOK, karena disandingkan dengan penggunaan bahasa inggris, ditambah ini bukanlah penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Tepok dalam bahasa Bekasi dan Tepuk dalam bahasa Indonesia sejatinya, menurut KBBI adalah :
    “3. Tamparan tidak keras dari belakang dan dari samping”

Jadi, TEPOK adalah penggunaan tangan untuk menampar pundak/bahu/kepala dari belakang atau dari samping, karna kalau depan bukan menepuk tapi mengelus *mau dong dielus*.

Pertama akan gue jelaskan dulu hikayat dari pengambilan judul yang agak misterius ini, awalnya dari perbincangan di grup WhatsApp, yang entah terdampar dipulau mana pada akhirnya salah satu anggota menceritakan bagaimana kejadian mistis ini hinggap.

“Aku emang udah capek banget waktu itu, tapi aku paksa soalnya penutupan kemping. Ini juga aku diceritain sama temen aku, jadi pas udah capek-capeknya tiba-tiba pundak terasa berat banget, aku udah gak tau lagi tuh ada apa. Nah katanya aku jalan ke barisan belakang. Pas jalan gitu aku dihadang sama kakak Pembina, dia bilang “Mau kemana?” terus aku ketawa gitu ditanyain, “mau kemana ya, hehe..”, “mau bawa murid saya kemana?” Tanya kakak pembinanya, nah kakak pembinannya ini emang bisa ‘ngeliat’, “kerumah saya”, waktu ngomong begitu aku sambil nunjuk kali yang ada dibelakang, nah aku langsung ngeloyor pergi, “istigfar de istigfar.. sadar de”, kakak Pembina ngomong begitu sambil nepok pundak aku, dan sisanya aku denger kakak Pembina bacain surat buat aku terus aku pingsan deh 2 hari”

Jadi, karena menepuk akhirnya sadar, bagaimana gue gak bilang bahwa ada kekuatan dalam tepokan itu? Apakah itu tepokan mistis juga?

Semudah itukah setan menyerah pada sebuah tepokan?
Apakah setan adalah tipe sensitif, ditepok dikit baper selangit?
Atau setan adalah orang yang gak suka digangguin?


Berawal dari pertemuan yang gue hadiri, gue mengenal satu bahasa ini.
Ini bukan bahasa nenek moyang, tanah air, atau kayak Tiongkok yang mengangkat bahasa nasionalnya karena penduduk mayoritas.
Nah bahasa ini uniknya dibuat, loh kok bahasa dibuat.. bisa gitu?? Nah untuk ngejawab masalah itu bacalah terus..

Bahasa Esperanto dibuat oleh Dr. Ludwig Lazarus Zamenhof (1815-1917 - Warsawa, Polandia) berhubung namanya rada susah berikutnya akan kita panggil dia mas Zam, pemikiran untuk membentuk bahasa ini seiring dengan lingkungan mas Zam, dimana orang sekitarnya waktu itu memiliki lebih dari satu bahasa, membuat pertengkaran akibat salah tafsir.
Nah, muak sama itu semua akhirnya dia membuat bahasa terencana dan terstruktur tanpa perkembangan kayak bahasa ibu di tahun 1887.