sumber
 anomali/ano·ma·li/ n 1 ketidaknormalan; penyimpangan dari normal; kelainan; 2 Ling penyimpangan atau kelainan, dipandang dari sudut konvensi gramatikal atau semantis suatu bahasa; 3 Tek penyimpangan dari keseragaman sifat fisik, sering menjadi perhatian ekplorasi (misalnya anomali waktu-lintas, anomali magnetik); sumber
Disaat semua temen kalian abis dan kalian berteman dengan sisa-sisa kehidupan.
Yes, dunia per-lajang-an emang agak meresahkan disaat memasuki umur segini gaes.
Apa yang bikin pusing dan apa yang bikin galau rasanya jadi bertabrakan.

Umur gue di tahun 2018 nginjek-nginjek 26, pas ulang tahun mah gue ngerasa yaelah angka doang ini mah, pribadi gue masih bocah banget, yang kalau ngejalin hubungan maunya masih diperhatiin, dikangenin dan di unch-unch cayang, pemahaman akan suatu hal aje yang mungkin agak mateng dan kalau ngasih pendapat lurus dikit.
sumber
  “Ayolah.. seratus ribu bagaimana, aku belinya mahal loh pak”,Aku sedang mencoba merayu penjual untuk membeli sepatuku.
Sepatu yang berada di tanganku telah kusemir sampai mengkilap, aku hanya memakainya sekali sewaktu ujian kelulusanku menjadi sarjana. Sepatu itu berhak tinggi dan mengkilap membuatku sebenarnya sangat tidak nyaman.
Sedangkan si bapak ini adalah penjual sepatu bekas yang selalu bertengger di pasar pagi Jatinegara.
Kalau kalian sering lewat Jatinegara di pagi hari kalian akan lihat para pedagang menjajakan barang bekas, kalau kalian jeli, kalian akan dapatkan barang bagus dengan harga sangat sangat miring. Untuk kali ini aku tidak datang kepada pedagang itu untuk membeli, aku justru ingin menjual. Sayang rasanya melihat sepatu sebagus ini hanya kuberikan kepada tetangga, setidaknya menjadikannya bernilai dengan menjualnya membuatku sangat bahagia.

Nah, aku sekarang dalam posisi menawar harga yang pantas untuk sepatu yang kualitasnya masih bagus banget itu. Tapi pedagang sepatu satu ini emang luar biasa keras kepala sama tawar menawar ini. Masa aku harus bawa pulang lagi, aku mulai menimbang-nimbang tawaran si bapak.
Dia nawar dua puluh lima ribu untuk harga seratus yang aku tawarkan. Kebangetan banget kan..
Orang bilang angka 25 itu angka sakral, saking sakralnya banyak banget temen gue yang udah ngabisin angka 25 dengan tidak sendiri. Hampir sebagian teman jomblo gue punah dan gue masih terkapar sambil garuk tembok.

    Entah ada angin apa, tapi gue pengen banget refleksi sebagai perayaan umur gue yang udah nambah. Orang bilang umur hanyalah sebuah angka tapi apakah kalian tahu bagi si mama besar angka ini keramat seperti kuburan nenek moyang.

    Nah, jadi ada masanya di angka 25 ini gue menemukan seseorang yang mengisi sebagian tahun di umur gue ini. Ngisinya pake kenangan manis dan lebih banyak dengan rasa rindu.
Awalnya gue yang udah berdoa dengan mantep minta dikasih jodoh, eh sosok tak bertuan itu datang, menyambut dengan kegembiraan dong gue dan ngucapin banyak makasih sama Tuhan. eL-De-eR, gue rasa sebelumnya gue enggak pernah menyentuh satu kata asing itu, bahkan menikmati artiannya aja enggak tapi gue mau nyoba soalnya seakan Tuhan menjawab pertanyaan gue itu dengan sosok yang dia hadirkan.
Apakah kalian termasuk orang yang sering sumpah serapah sama sinetron Indonesia atau setidak-tidaknya menghujat dan berkomitmen untuk tidak menonton sinetron yang disebut sampah itu?

Nah, tanpa munafik gue sendiri sering dibuat kesel sama sinetron Indonesia yang alur ceritanya dipanjang-panjangin mengarah enggak jelas dengan pemain yang kini makin asal-asalan.
Bertebarnya Viu ataupun Iflix menjadi daya tarik sendiri menurut gue, karena disanalah berasal film pendek dengan beberapa episode yang lumayan epik, kuotanya doang sih emang yang enggak epik.

Beralih ke topik utama, kebetulan nyokap gue adalah penganut resmi pecinta Sinetron Indonesia, doi padahal sering menebak sendiri alur ceritanya, geregetan sendiri, gemas sampai pukul-pukul bantal atau mengatakan 'betapa membosankan yang dia tonton karena terlampau lama' tapi ya kenyataannya doi nonton sampe tuh sinetron bersih tuntas dengan keadaan yang dipaksakan.

Baca duls sebelumnya sob ::

Backpacker Ke Belitung 3 Hari 2 Malam
Budget Ke Belitung 3 Hari 2 Malam


Setelah puas ngiler-ngiler perjalanan gue dan tahu berapa budget yang gue keluarkan, gue ringkaskan juga buat kalian yang kiranya mau melipir ke sini selama 3 Hari 2 Malam :


Hellow Sob,

Sebelumnya baca ini duls biar nyambung ::

Backpacker ke Belitung 3 Hari 2 Malam 
Itinerary ke Belitung 3 Hari 2 Malam

Setelah sebelumnya gue ngebahas detail bin rinci mengenai perjalanan gue ke Belitung sampai akhirnya terpaksa menyewa mobil karena kondisi alam. Sekarang saatnya bongkar-bongkaran mengenai budget yang gue habiskan untuk pergi ke Negeri Laskar Pelangi ini :


*Yang gue merahin itu sebenernya gak perlu-perlu amat. Apalagi mobil kalau bukan karena cuaca yang gak mendukung agan bisa meminimalisir

Untuk tiket sendiri, gue dapet pas Garuda Travel Fair dan harga itu udah lumayan banget.





Kita gak akan pernah tahu kita akan kemana kedepannya, tapi yang kayak orang-orang bijak pernah bilang. Bila kita menginginkan sesuatu semesta bahkan berkonspirasi untuk mendukung hal itu.

Belitung mungkin menjadi hal yang tidak terbayangkan buat gue, ngeliat bandara aja pertama kalinya sob.

Yep, dulu gue nonton ftv di secetepe biasanya cuman pengen liat bentuk bandara itu macem mana dan sekarang gue nginjek-nginjek itu bandara, ultimate pula, keren lagi, lengkaplah sudah.



Tahu Purwakarta?
Yang sekarang udah jadi pelarian masyarakat ibukota yang butuh hiburan, iya hiburan kayak gue yang mukanya udah mendung macem langit siap tumpah.

Mulai dari kuliner sampai keindahannya, Purwakarta udah menjelma menjadi tempat wisata yang rekomen banget buat dikunjungi bahkan hanya ditempuh dua jam dari Jakarta.
Nah, kali ini gue gak cuman mau menjajak Kota Purwakarta, kali ini gue mau mengecap keindahan Purwakarta dari sudut pandang lain, dari kerja keras biar gregetnya makin berasa.

Mendaki Gunung Parang Via Ferrata.
Yep, salah satu kegiatan alam bebas. Jangan pikir gue orang yang berpengalaman atau udah biasa daki gunung, dakian iya gue banyak tapi kalau daki gunung... daki Bukit Sikunir aja gue kepayahan turunnya apalagi daki gunung.
Karena gue pikir ini adalah sesuatu yang bisa gue coba, itung-itung nambah pengalaman ditambah bertaruh bahwa phobia gue terhadap ketinggian bakal terobati akhirnya ya gue ikut.
Fyi, Via Ferrata itu sistem pemanjatan tebing dengan menggunakan lintasan besi yang telah dipasang dan pengaman kabel baja sepanjang lintasan tebing.

 


Perjalanan ke Bandung,
Melihat pemandangan hijau,
Mengingatkan gue pada sebuah kisah semasa dulu,
Ketika gue duduk dibangku SMK, bayangkan duduk aja gue udah bisa buat cerita.
Pas pelajaran pengembangan diri, jadi lu semua tau kan kenapa badan gue mengembang haha
Seoarang guru memberikan tugas, dan gue pun sebagai murid tau-ladan mengumpulkannya.
Tugasnya ada beberapa gambar dan diantara gambar-gambar itu kita pilih sesuai dengan kepribadian kita.
Sumber


Gue rasa gak ada manusia yang gak pernah mengeluh,
ya gak sih?
setubuh gak nih sama gue? pasti enggak, setubuh soalnya kecuali kalo setuju, ckck..

Menurut abang ganteng KBBI mengeluh adalah :
mengeluh/me·nge·luh/ v menyatakan susah (karena penderitaan, kesakitan, kekecewaan, dan sebagainya)
(Ngomong-ngomong tau darimana lu KBBI cowok sampe dipanggil abang?
Ya biar mesra aja )