seribu puisi tercipta
hanya untukmu..
seribu kenangan terbentuk..
oleh dirimu..
dan kamu menghiasi hariku..
membentuk senyum manis diwajahku..
kau perebut hatiku..
maling cintaku..
penyemangat raga dan jiwaku..
eforia hangatnya cinta pun bersemai semarak dalam ruang hati yang kecil..
dalam ruang hati yang hampa..
dalam kepedihan hati..
hadirnya dirimu memenuhi relung hatiku yang kelabu..
mengubah gelap menjadi cahaya..
cahaya semangat yang lembut..
menerangi jiwaku..
menerangi fikiranku..
janganlah beranjak dan tetaplah bersemi dihatiku..
karena hatiku hanya untukmu..
dan hatimu hanya untukku..
berdua merajut kasih.. menjalin tangan.. menggapai satu tujuan.. dan sayang pun menjalari kita, kehidupan kita..
ini antara kamu dan aku..
antara hati kita berdua..
baiknya kamu mengisi indanya hariku..
baiknya kamu berbagi harimu denganku..
apalah aku..
apakah aku..
hanya sebatas embun tertetes..
hanya sebatas air tergenang..
aku dan segala kekuranganku dan kamu menerimanya..
apalah aku tanpa harapan..
apalah aku tanpa keindahan duniawi..
aku takut aku hanya memberikan rasa sesal padamu..
kini kuberikan padamu yang terbaik dari yang kupunya..
kini kuberikan padamu segala yang baik yang kupunya..
meski aku tak ingin melepasmu..
namun rasa ini, rasa sakit yang memicut lembut hatiku membuatku sakit..
sakit tak beralasan..
masa lalumu adalah sesuatu yang indah.. dan aku tak bisa menyainginya..
masa lalumu adalah sesuatu yang hebat.. dan aku tak bisa menggapainya..
sekuat engkau menahanku..
sekuat aku bertahan denganmu..
namun, dayaku apa?
begitu sakit, aku hanya manusia dengan segala kekurangan..
begitu perih, dan aku takut engkau terluka..
aku menyayangimu layaknya angin yang berhembus..
tak pernah berhenti dan diam..
aku menyayangimu bagai air yang mengalir.
tak pernah berhenti dan diam..
aku menyayangimu bagai arak awan dilangit..
tak pernah berhenti dan diam..
hanya dirimu lembut menghiasi hariku..
hanya dirimu lembut menghiasi hatiku..
hanya dirimu lembut menghiasi jiwaku..
hanya dirimu lembut menghiasi fikiranku..
sungguh hanya dirimu dan dirimu..
memenuhi setiap sela ingatanku..
memenuhi setiap jengkal fikiranku..
meskipun bintang tak lagi gemintang..
meskipun mentari tak lagi bersinar..
meskipun bulan tak lagi nampak..
sayangku untukmu akan terus bercahaya...

Tatapanmu..
Senyummu..
Candamu..
Membuatku mabuk kepayang,
Keberadaan dirimu bukan lagi hanya sebagai penghias hariku..
Namun sebagai penghuni hatiku yang sepi..
Aku hampa
Aku kering..
Namun denganmu..
Hidupku menjadi lebih berwarna dan semangat..
Kau membuat jiwaku yang dingin menjadi hangat dengan dirimu..
Meski engkau tak tahu betapa ku sangat menyayangimu

Detik demi detik terus berjalan dan
Hatiku terus saja mengingatmu..
Semakin waktu berjalan semakin aku menyadari
Engkaulah yang sejatinya berada dihatiku..
Kadang aku terlampau putus asa dan
Segenap hati ingin melupakanmu..
Namun tiap kali ada namamu terlintas dikepalaku..
Dihape-ku..
Tersebut oleh temanmu..
Hati ini terus saja bergetar..
Dan sekali lagi aku menyadari..
Untuk sekarang ini aku tak bisa hidup tanpamu..
hanya dia dan dia..
sekali menatapnya dan aku langsung jatuh hati padanya,
ketertarikanku padanya dari yang sekedar suka mulai menanjak naik dan naik.. 
membuatku tersenyum tiap kali ingat dia,,
membuatku tertawa bahagia tiap kali mengenangnya...
senyumannya bagai biusan maut untuk hatiku..
tatapannya menembus lorong gelap dalam hatiku..
suka pun berubah menjadi penantian dan harapan, harapan akan hadirnya dia disini dan menyegarkan mataku dengan wajahnya, senyumnya.. 
sungguh yang kuingin hanya dia dan yang kumau hanya dia..
awan pun akhirnya mulai tersibak ketika akhirnya kami berkenalan secara resmi, tak pernah kulupa dan selalu kuingat bagaimana aku memandangnya puas dari sudut mata ini, menatapnya dan bermimpi dia akan menjadi milikku dan aku menjadi miliknya, hadir dalam setiap jengkal pelukannya, hadir dalam hidup dan tawanya,,
karena yang kuingin hanyalah dia dan kuharap dia juga begitu..
awan yang tersibak menjadi terang belum tentu itu terang yang dicari..
namun, dengan itu aku pun dapat tersenyum puas..
ingatkan aku tentang dia yang tau bahwa senyumnya dapat melelehkan hatiku yang telah membeku dan tercabik noda kelam cinta masa lalu..
aku memang masih meragukannya..
benarkah hati itu mencariku?
benarkah jiwa itu membutuhkanku?
benarkah raga itu dapat menerimaku?
benarkah perasaan itu sesungguhnya untukku?
aku ragu dan galau, 
meski dalam hati ini percaya namun kecemasan hati tidak dapat dipungkiri...
^^



Derai tawa dipagi itu, memecah hampa..
Malam telah berlalu dan udara pagi menyapa..
Lembut angin mengalun..
Indah, menggoyang rerumputan..
Nyanyian burung menajdi sapaan penghias pagi..
Sekelompok anak jalanan,
Tertawa bersama dipinggir jalan..
Sumbangkan suara, diteriknya mentari
Sumbangkan ceria, didinginnya sunyi..
Berbagi ceria mereka
Berbagi bahagia mereka
Duka dipikul suka dirasa
Dan hari terus saja ada..
Mereka tak menangis, karena mereka sadar ini hidup..
Mereka ceria, karena tahu ini yang harus dilalui dari hidup..
Jadi....
Bolehkah engkau tak merusaknya?
Bolehkah engkau lestarikan suara sumbang mereka?
Bolehkah engkau biarkan senyum itu terkembang selamanya?
Karena hanya itulah yang mereka punya..
Dan aku tahu kalian tidak setega itu..
Karena senyum mereka adalah Kebahagiaan-Ku..