.jpg)
Kisah percintaan gue biasa aja, kayak orang umumnya, ketemu di bangku kuliah chit chat intens lanjut wara wiri. Nyambung dan akhirnya lanjut.
Kita ngejalaninnya pun ya kayak orang pacaran umumnya, gimana ada hari-hari kita bahagia ada juga sedih bersamaan. Ada saatnya gue engga paham sama pemikiran dia atau dia yang salah paham sama kelakuan gue.
Gue pikir ya hubungan kita ya biasa aja.
Bukan yang gimana-gimana kayak di film-film meskipun menonton film adalah bagian dari ritual kita berdua setiap sabtu dirumahnya make infocus ditemenin popcorn dan obrolan keluarganya yang biasanya nonton bareng kita.
"Ngajakin nikah doang lewat WA, kesini kalau berani," ucap gue dengan sombong dan 5 menit kemudian tuh cowok udah berdiri di depan warung, nyengar nyengir sambil minta kelengkapan pendaftaran pernikahan negara.
Tanpa berpacaran. Tanpa ba bi bu. Dia memutuskan untuk memberikan tulang rusuknya padaku.
Hai pembaca ceritasore!
Sudah terlalu lama sepertinya pergi dari dunia tulis menulis ini, entah kemana hilangnya hasrat dan rasa itu. Dibiarkan terlalu lama hingga akhirnya menjadi kosong melompong dan kemalasan menguasai diri dan batin.
Dimana masa lampau menggadang-gadang
bahwa menulis adalah setengah dari keyakinan diri dan pertahanan diri sejauh
itu didapat dari menumpahkan segalanya melalui tulisan.
Yang mati-matian mengatakan tidak
masalah tidak mendapatkan uang dari blog karena itu bukan tujuan utama.
Lupa itu emang engga ada obatnya selain inget sih,
tapi ya kalau engga inget sami mawon,
kayak miwon yang dimakan siwon,
jadi pusing kalau kebanyakan micin.
Engga berpanjang-panjang tragedi ini berawal dari gue yang lupa memperpanjang SIM dan malah asik lamaran (ucapin selamat dulu dong bro, lagi pamer nih).
Lewat sebulan baru sadar kalau SIM mati. Mampus. Bagus.
Akhirnya dengan inisiatip tinggi dan kepepet butuh juga karena kerjaannya AKAP (Antar Kota Antar Propinsi) maka wajib hukumnya bikin SIM baru lagi.
Iya, kalian ga salah baca.
“Barangsiapa yang tidak memperpanjang SIM-nya biar telat sehari dari waktu yang ditentukan wajib hukumnya untuk membuat SIM BARU”
Udah lama ga ngupdate blog, semoga google ga melupakan blog gue haha..
Oke jadi hari ini kemana kami?
Pada libur panjang kemarin ketika orang-orang berarak menuju puncak, pulang kampung atau travelling ke berbagai tempat.
Inget masih suasana pandemi yaaa jadi jangan lupakan 3M,
menjaga jarak-memakai masker-mencuci tangan
Biar libur panjang karena masih ga berani untuk travelling gue memutuskan untuk berziarah ke Goa Maria Kanada. Sebelumnya gue cukup rajin setidaknya setahun sekali ke Rangkasbitung untuk berziarah.
Kali ini juga suasana berbeda disuguhkan oleh GM Kanada dan gue juga udah bawa seseorang yang spesial, rekan perjalanan sehidup semati kedepannya, yap Alpha.
Berangkat jam 05.30 wib ketika orang rumah belum ada yang terbangun,
Menaiki motor kesayangan kami berangkat menuju stasiun, berhubung Rangkasbitung itu jauh banget maka gue sendiri merekomendasikan menggunakan kereta api.
Petualangan tahun 2019 yang baru sempat ditulis tahun 2020 ini berasal dari Sukabumi.
Setelah beberapa tahun silam sempat mampir ke sini akhirnya kembali lagi kemari.
Bersama dengan janji jalan bareng @atpurnomo kali ini crew yang terlibat berjumlah 6 orang.
Adi, Elvan, Siti, Indah, Gue dan satu lagi sumpah loh gue lupa namanya (jika baca maafkan hamba ya)
Mengenyangkan perut dan menyegarkan diri, jam 22.00 kita pun jalan menuju tujuan Sukabumi.
Go go go..
Perjalanannya sangat menyenangkan manakala mereka semua bocor banget! haha..
Day 1; Puncak Habibie - Pantai Karang Hawu - Geopark







