Cinta itu padaku

Semenjak angin itu berhembus padaku

Menggiring hati itu padaku

Menghembuskan nafas pada jantungku

Aku pun terdiam dan terbayang

Terbayang dirinya yang indahnya melampaui hariku

Yang indahnya tak terlukiskan

Yang indahnya tak terbayangkan

Senyum manisnya

Mata bulatnya

Dan wajahnya yang tak pernah lepas dari senyum

Dirinya..

Begitu mudah dicintai

Begitu sulit dilupakan

Hingga aku harus membuat tiang pancang

Hingga aku harus menggantung diriku

Tuk melupakanmu

Kita tak sama

Kita berbeda

Namun cintalah yang lancang membuatku berharap padamu

Aku sang budak 

Dan kau seorang pangeran

Mengharapkan cinta yang semu


Yang tak akan terbalas meskipun aku telah menjadi sesuatu

2 comments: