Showing posts with label #Surat. Show all posts
Showing posts with label #Surat. Show all posts
Sumber

Sore kawan,

Di senja satu hari sebelum ini datanglah kawan menitipkan surat, aku bertanya
"pada siapa harus kusampaikan"
Seulas senyum lalu dia mengatakan,
"pada Cintalah kamu harus menyampaikannya"

Dengan segala kerendahan hati semesta aku pun memberanikan diri membuka surat itu, mengintip siapa yang dimaksud dengan Cinta itu.
Beginilah bunyinya..

Halo Jodoh!
Apa kabarmu!

Lama sekali kukosongkan hati hingga laba-laba membuat kompeni di hati yang kosong ini. Mengenai kabarmu entah sakit atau sehat yang jelas ketika kita bertemu nanti kita dalam keadaan sehat ya!

Mungkin sekarang statusmu adalah milik seorang yang lain dan aku harus berterima kasih kepada seseorang yang sekarang kamu gandeng tangannya, peluk pundaknya dan dengan sayang menghalau dinginnya malam bahwa dia telah menjaga jodoh orang lain, atau bila statusmu sekarang sendiri, ingatlah bahwa diluar sana ada jodohmu yang tertunda.

Waktu pertama kali melihatnya kupikir wanita gila satu ini seperti kebanyakan wanita lain, gila korea, gila belanja online dan update banget.
Katakanlah begini, wanita ini paling bisa diandalkan kalau urusan belanja online dan informasi terbaru.

Kebetulan kami adalah partner kerja, dia bagian ekstrakurikuler, aku bagian keuangannya.
Jadi, hampir setiap bulan dia menyetorkan absensi dan hitungan honor untuk para pelatih.
Disinilah kami terkoneksi, dari yang tertawa bersama lalu sedih bareng karena hitungan honor ternyata kurang, kami pun diomeli.
Rasa-rasanya pengalaman pahit pun menjadi indah bila mengenangnya sekarang ini.
Iya, setelah beberapa hari aku baru sanggup menulis ini semua, rasanya tidak tahan juga. Rasanya ingin memberitahu semua orang apa yang aku pikirkan tentang Dia, wanita tangguh satu itu.

Ceritanya bermula dari siang itu ketika Aku bilang ada yang berbeda dengan wajahnya, lehernya agak membengkak. Ternyata hal senada juga diungkapkan semua orang dan membuatnya memberanikan diri ke Puskesmas. Beberapa hari terlihat membaik namun tidak selanjutnya, malah semakin parah. Terdapat bercak merah.
Semua pun memaksa agar Dia diperiksa secara serius dirumah sakit.
Dia mengiyakan dan memeriksa.
Kanker..

Hai yah,
Apa kabarmu?
Apa dari sana aku terlihat?
Apa disana lebih indah daripada disini memandang kesana?

Yaa, aku rasa manapun akan indah asal aku mengenang terus dirimu yah..
Kini aku telah dewasa, kakak-kakakku pun begitu. Maaf hari ini tidak bisa bawa cucumu ketika berkunjung, bukannya tidak mau tapi masih tidur.
Balasan untuk Jawaban terbuka untuk tantangan terbuka

Halo Sahabat!
Wah senang campur sedih, karena pada akhirnya ketika diputar-putar angin dan dililit kegelisahan, akhirnya angin mengantarkan surat ini untuk sampai pada pandang matamu.

Sungguh maafkan atas waktu yang kurang memanjakanku hingga kini saatnya untuk membalas segala kata-katamu.

Senang mendengar kamu berusaha untuk terus bangkit sahabat, segalanya memang tidak mudah namun bukan berarti sangat sulit. Kita memiliki kesulitan masing-masing, tapi sampai sekarang kita hidup dan mampu tersenyum adalah bukti bahwa segalanya akan berujung baik-baik saja.
Aku juga senang kamu telah membiarkan tangan berirama dengan ketikan keyboard menyulam kata demi kata, menjadi sedemikian indah meski rapuh.

Kepada,
Yoana Y.
Di manapun berada.

    Halo Yoana Y., sahabat seperjalanan selama 4 tahun, dari bertegur sapa sampai akhirnya kini berjalan bersama. Yang meneduhkan teriknya mentari dengan obrolan pagi jenaka.


    Cinta adalah hal lumrah yang dimiliki setiap orang, aku dan kamu tentu saja memiliki cinta itu, karena kodrat sebagai manusia.
Bukan cinta yang datang terlambat tapi pengalamanlah yang belum sempurna. Mungkin kini kamu merasa sangat tidak beruntung dalam kisah percintaan itu. Tak mengapa jangan bermuram durja karena ini adalah proses yang harus kamu lalui.