Showing posts with label #Artikel. Show all posts
Showing posts with label #Artikel. Show all posts

Lupa itu emang engga ada obatnya selain inget sih,
tapi ya kalau engga inget sami mawon,
kayak miwon yang dimakan siwon,
jadi pusing kalau kebanyakan micin.

Engga berpanjang-panjang tragedi ini berawal dari gue yang lupa memperpanjang SIM dan malah asik lamaran (ucapin selamat dulu dong bro, lagi pamer nih).

Lewat sebulan baru sadar kalau SIM mati. Mampus. Bagus.
Akhirnya dengan inisiatip tinggi dan kepepet butuh juga karena kerjaannya AKAP (Antar Kota Antar Propinsi) maka wajib hukumnya bikin SIM baru lagi.
Iya, kalian ga salah baca.

“Barangsiapa yang tidak memperpanjang SIM-nya biar telat sehari dari waktu yang ditentukan wajib hukumnya untuk membuat SIM BARU”

Halo Kawan!
Udah lama ga ngupdate blog, semoga google ga melupakan blog gue haha..

Oke jadi hari ini kemana kami?
Pada libur panjang kemarin ketika orang-orang berarak menuju puncak, pulang kampung atau travelling ke berbagai tempat. 

Inget masih suasana pandemi yaaa jadi jangan lupakan 3M,
menjaga jarak-memakai masker-mencuci tangan


Biar libur panjang karena masih ga berani untuk travelling gue memutuskan untuk berziarah ke Goa Maria Kanada. Sebelumnya gue cukup rajin setidaknya setahun sekali ke Rangkasbitung untuk berziarah.

Kali ini juga suasana berbeda disuguhkan oleh GM Kanada dan gue juga udah bawa seseorang yang spesial, rekan perjalanan sehidup semati kedepannya, yap Alpha.

Berangkat jam 05.30 wib ketika orang rumah belum ada yang terbangun,
Menaiki motor kesayangan kami berangkat menuju stasiun, berhubung Rangkasbitung itu jauh banget maka gue sendiri merekomendasikan menggunakan kereta api.



Kejutan yang gue terima di akhir tahun, dari sebuah kegiatan yang sebelumnya gue tulis artikelnya.

Surat cinta bernada kata-kata manis, romantisme yang dibalur suasana alam.
Kira-kira begini isinya, gue ketik ulang persis dengan ejaan tulisannya kalau-kalau tulisan tangannya lebur oleh waktu.



Berdiri tegak sembari menengok kanan dan kiri Yoana bertanya melalui text chat

“sudah dimana?”
“tengok kanan”, dan gue melambai mesra

Oh maaf ini cewek kawan, bukan maksud ikut belok tapi ya gue dadah-dadah sambil nyengir emang.

Cerita kali ini sambil duduk tegang gue bakal dengerin kupas buku mengenai kisah anak hilang dari sisi buku Nouwen. Sebenernya kupas bukunya enggak masalah sih, yang masalah itu penyampaian kali ini pake Bahasa Inggris, jadi bahasa inggris gue yang masih minus ke bawah pun kadang ngangguk-ngangguk kayak orang bener.
Yaa, singkat cerita akan gue sampaikan beberapa materi yang sempat gue serap dari hasil diskusi ini dan dari pemikiran gue sendiri.


Sore Kawan,
Terletak di Jl. Pasar Kenari didampingi Universitas Indonesia dan Univesitas Gunadarma tidak membuat serta merta Museum sarat makna ini dikunjungi.
Siang terik itu gue dan Eka melipir ke Museum ini.

Dengan nama lengkap Muhammad Husni Thamrin, bapak Thamrin adalah sosok idola bagi orang Betawi. Lahir asli di Batavia tepatnya di Sawah Besar pada tanggal 16 Februari 1894.
Lalu kenapa bisa menjadi Idola? karena beliau ini adalah orang yang benar mempertahankan tradisi Betawi ditengah himpitan pendatang dan membuat orang Betawi terpinggirkan, sekarang pun gue udah jarang banget ngeliat orang Betawi asli di Jakarta yang masih eksis, lain hal kalau kalian udah mulai agak melipir, kalian baru akan menemukan orang Betawi.



Sore Kawan!
Panasnya Bekasi-Jakarta rasanya tidak menyurutkan semangat untuk berpetualang hari ini.
“Gimana kalau kita melipir ke Bubur Ase dulu?”
sebaris text muncul di layar, Eka begitu panggilan sayang gue ke dia, enggak ding emang itu nama dia.
“manut”
dijawab singkat penuh makna.

Mana mungkin gue menolak ajakan makan lebih-lebih temanya adalah dunia per-bubur-an. Soklah gaspol..

Diawali Stasiun Kranji dengan perut melapar gue dengan setia menunggu kereta yang akan membawa gue transit di Stasiun Manggarai sambung Stasiun Tanah Abang. Sebenernya kalau aja gue lebih teliti ngeliat alamat si Bubur Ase Babang Lopi ini gue bakal ngeh untuk turun aja di Stasiun Gondangdia lanjut ojek online.




Sore kawan!

Petualangan kali ini berasal dari wisata Bekasi yang baru saja diresmikan tahun 2019 ini oleh Gubernur Jawa Barat beserta Bapak Walikota tercinta.

Terletak agak ke pelosok tidak menyurutkan niat dan tekad gue untuk menyambangi tempat tersebut bersama kakak seperguruan, halah kakak beserta anaknya.


Untuk aksesnya sendiri terdapat 2 alternatif. Yang pertama adalah kalian parkir dibelakang Mall Giant dan menyebrang ke tempat ini dengan getek warga setempat dan yang kedua adalah melalui Kantor Irigasi PAM Patriot (Dari jembatan Mall Revo Town ambil arah Lotte Mart), jalanan ini kecil banget cuman muat satu mobil, jadi kalau lagi papasan ya apes banget.



Sore Kawan,
Hari cerah itu di grup dolanan ada notif yang berisi list. Tahu-tahu udah ada list aja, kaget akutuh.
Iya, ini list nanjak Gunung Batu, Jonggol-Bogor Barat.
Biasanya tahu nama Jonggol aja dari tempat syuting film nah ternyata disana ada Gunung Batu juga? Uedan, kuper banget gue.

Singkat cerita karena pengangguran banget ditanggal itu, ngedaftarlah gue. Untuk keberangkatan sendiri kebagi menjadi dua. Satu dari Bekasi Timur satu lagi dari Depok punya cerita.
Karena gue termasuk alien Bekasi, jelas gue berangkat dari Depok Bekasi. Apalagi gue kejatahan ngendarain UFO yang akan mengantarkan aliansi Bekasi ke Gunung Batu.
Berangkat jam 11.00 wib sampai jam 13.00 wib, gak percuma gue naik UFO perjalanannya lancar ditambah orang-orang kayaknya masih lomba lari dari kenyataan atau lomba melupakan mantan sehubungan dengan 17an anti mainstream.




nb : Jangan lupa disetel dulu musiknya biar syahdu


Sore kawan,
Bahkan ketika 21 tahun terasa begitu panjang dan akhirnya fisik Rumah Tuhan yang diidamkan terwujud.
Satu kalimat yang terbersit dalam kepala gue,
"Oh, jadi begini rasanya punya gereja sendiri.."



Sore kawan,

Ketika sore menjelang dan kebetulan gue lagi surfing di youtube, rasanya gue menemukan sesuatu yang menarik antara lagu Shin Yue dan Sherina Munaf.
Kedua lagu yang memiliki nada persis tapi lirik yang berbeda, awalnya gue pikir lagu ini merupakan terjemahan tapi ya kok enggak ada beritanya sama sekali.

Cekidot gue kasih nih lagunya, coba kawan bantu jawab apakah ini duplikasi atau memang ada kerja sama spesial di antara mereka?

Apakah kalian termasuk orang yang sering sumpah serapah sama sinetron Indonesia atau setidak-tidaknya menghujat dan berkomitmen untuk tidak menonton sinetron yang disebut sampah itu?

Nah, tanpa munafik gue sendiri sering dibuat kesel sama sinetron Indonesia yang alur ceritanya dipanjang-panjangin mengarah enggak jelas dengan pemain yang kini makin asal-asalan.
Bertebarnya Viu ataupun Iflix menjadi daya tarik sendiri menurut gue, karena disanalah berasal film pendek dengan beberapa episode yang lumayan epik, kuotanya doang sih emang yang enggak epik.

Beralih ke topik utama, kebetulan nyokap gue adalah penganut resmi pecinta Sinetron Indonesia, doi padahal sering menebak sendiri alur ceritanya, geregetan sendiri, gemas sampai pukul-pukul bantal atau mengatakan 'betapa membosankan yang dia tonton karena terlampau lama' tapi ya kenyataannya doi nonton sampe tuh sinetron bersih tuntas dengan keadaan yang dipaksakan.

Akhirnya gue nonton juga Opera besutan Komunikasi Sosial yang bernaung di bawah KAJ.
Iyak setelah sebelumnya mengeluarkan Opera "Selubung Perempuan" dan "Nada Untuk Asa" dimana sempat difilmkan juga, kali ini gue berhadapan sama Opera dengan judul "Dolorosa".

Kok dua tiket bro? pergi sama cowok loe?

Selaw para pejantan gue masih single kok wekekekek.. anggap aja sekalian buka lapak, haha..
Oke kembali ke topik, kali ini gue nonton bareng salah satu Suster yang ada di biara, beberapa kali ketemu, entah ada angin apa sampe gue diajakin nonton beginian, nah sehubung malam minggu gue sama kayak hari biasa yang artinya gak ada apa-apa, akhirnya pas diajakin ya gue mau aja.

Jadi sugar baby itu bukan prostitusi biasa bro
Plis jangan hilang fokus dengan judul diatas, mentang-mentang ada kata syur-nya langsung scroll blog ini dari atas ke bawah balik lagi ke atas, begitu aja sampe uban gue numbuh di ketek. Gak bakal loe temuin foto syur begitu bro..
Oke, mungkin gue sedikit hyper neg-think, ini semua berkat Punch Man dengan sorakan Oppai-nya

Lalu sebenernya itu judul apaan sih sob?
Pasti loe dan otak loe yang sangat pintar itu bertanya pada mahkluk polos ini, baiklah akan gue jawab dengan kesungguhan hati dan mentalitas yang telah berkembang.

Sebenernya judulnya adalah "SUGAR BABY", terus kenapa sampe gue anehin gitu judulnya, yaa biar beda aja.. ahaha.. 
Katanya ini lagi hits banget diluar negeri sana, berhubung gue orangnya kepo, gue coba konsultasilah sama mbah Go apa arti dari hal ini. Kesimpulannya sih arti dari Sugar Babby.

Wanita Bayaran, Wanita Simpanan, Pelacur.

Gampangnya ini adalah definisi dari penggusuran Kalijodo ataupun hotel Alexius yang segan hilang dari peradaban itu. 
Udah baca Tragedi Lauk Hilang? yang jujur sampe sekarang masih merupakan misteri alam semesta.
Kalo belum kalian kudu baca dulu, biar nyambung sama hati cerita gue selanjutnya.

Udah? kalo udah sampe paragraf ini gue bisa menyimpulkan kalian udah baca.
Okeh, setelah kejadian Tragedi Lauk Hilang yang menggemparkan itu, gue akhirnya curhat colongan disekolah, tempat gue gawe.
Mereka mendengarkan gue dengan saksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Oke sial gue hilang fokus.

Nah yang lebih bikin gue bergidik adalah setelah gue ceritakan hal itu sama mereka, gue mendapatkan 2 benda ini : 

Tadaaa.. botol minum dan bungkusan aneh. Tapi jangan beranjak dulu, isi botol minum dan bungkusan putih itu bukan sembarangan.
Tapi..
Ini..
Adalah..
Air Suci dan Garam Suci
Dari yang gak mau singgung ini, sampai akhirnya gue bahas juga disini karena gatel tangan.
Iye, Kasus M yang menghebohkan itu karena terjadi dikhalayak ramai, lebih lebih lokasinya gak tanggung malu Gr*nd Ind*nesia bray.
Tempat sebonafit yang bisa aja dibelakang nih orang duduk dokter atau pengacara.
Yang jelas manusia adalah mahkluk yang emang harus ditakuti, lebih ditakuti daripada MEA karena gaya mikirnya yang lebih rumit dan sulit.


Ini adalah pertanyaan yang begitu aja terpikirkan ketika gue dengan khidmat berada dalam alunan simfoni menggugah jiwa dan nyanyian yang seberapa merdunya menghantarkan gue dan sang pencipta untuk berkomunikasi, tapi emang dasarnya susah fokus, misa di gereja pun selalu berimajinasi liar, eh bukan liar tanda kutip ya liar yang gue maksud misalkan gue berada di area kampret merah sambil dadah-dadah manja ke fotografer.

Tanggal 10 Februari 2016 kemarin, tepatnya setelah ber-gong xi fat coy-an, umat kristiani yang telah memasuki masa prapaskah menyambut Rabu Abu, ada kuot yang gue demen banget nih di hari Rabu Abu.
"Apa yang berasal dari debu akan kembali menjadi debu"
Meski antara debu dan abu mungkin masih rancu, maka gue dengan idealnya mencari inspirasi lewat mbah gugel dan mencoba menjelaskan disini dengan lebih sederhana. Tapi sesungguhnya bukan itu yang mau gue pertanyakan, dalam benak gue yang mungil dan imut ini ada pertanyaan.
  1. Gimana jadinya kalo Rabu Abu gak jatuh di hari Rabu?
  2. Kenapa banget mesti namanya Rabu Abu, apakah karena ada unsur abu di Rabu?
  3. Bagaimana jarak penghitungan si Rabu Abu ini?



Siapa sih yang gak kenal dengan LAZADA, tempat belanja online anak kekinian yang hits binggo, nah loh bahasa gue jadi nyerempet anak yang doyan update di path nih.
Tapi emang sih, kalo belanja disini gaulnya gak bikin jejeritan dompet, hoho..

Akhir-akhir ini gue sering banget nih berkunjung kesini, bukan cuman karena promo akhir tahun tapi sampe sekarang juga masih dihujani promo imlek-an, nah kan emang cuman ujan yang bikin galau, Lazada juga berhasil buat gue ngegalau tingkat dewa karena baru bisa mesem-mesem ngeliat barang yang mau gue beli.
Barang apa itu, mungkinkah sama dengan kalian? Check this out aja, kalau sehati bisa komen, mungkin aja kita jodoh #eh.

Kejadian lucu yang gak mungkin terlupakan #halah.
Jadi perkara ini dimulai ketika gue pulang kerja dan kebetulan ketemu anak murid yang lagi menunggu dijemput ama mas-mas masinis, berhubung kita satu tujuan beda perhentian kita pun memutuskan untuk bercakap-cakap manis.

Pas ngobrol lewatlah tujuan Bogor, spontan gue langsung ngomong
"njir, 12 gerbong men. B*ekasi kapan yak" ujar gue, ditimpali sama anak murid, dia bilang begini
"kemarin aku naik ke arah B*ekasi jam 16.30-an 12 gerbong juga bu" jawabnya lugu, gue dengan muka masa sih, serius lu bray dan ketidakpercayaan lainnya akhirnya memilih mengganti topik pembicaraan sampe akhirnya gue dan dia cuman tinggal nama di batu nisan, serius lama amat keretanya.
Untungnya sih gak sampe tinggal nama aja, kereta dan mas masinis gantengnya melambai mesra ke arah kami, meminta naik untuk kembali dalam pelukan kasur yang empuk.
Nah obrolan diatas kereta inilah yang kemudian menarik perhatian orang-orang karena kita ketawanya pake toa.

Hari itu seperti biasanya gue ngapelin komuter, gue sama komuter itu udah kayak belahan siku, meski lepas harus balik nempel lagi dan kayak biasanya juga, komuter hari ini terlambat. Kereta kedua yang punya jadwal berangkat 05.29 dari Bekasi geser gara-gara kereta langsung lewat jadi 05.40, alhasil kereta dengan jadwal 05.44 pun harus geser lagi. Untungnya sih gue dan kecekatan kaki gue yang segede tales bogor bisa naik kereta kedua (yang terlambat).

Selama gue naik kereta dari jaman kereta odong-odong seharga Rp. 1.500,- sampe sekarang harganya akumulatif jarak, baru sekali ini ada orang yang teriak gak sabar, sebelumnya mah paling gue cuman denger gerutuan pelan karena semuanya sadar bahwa yang kejebak disitu gak cuman dia.
Jadi begini nih kronologisnya,
Pas komuter berhenti dua stasiun setelah stasiun Bekasi, dimana ini adalah penumpang kereta terbanyak setelah stasiun Klender Baru, ada cewek yang bawa helm (kebetulan gue demennya naik di gerbong khusus cewek). Nah berhubung penduduk kereta khusus gerbong cewek itu beringas banget, doyannya madet-madetin tanpa ampun akhirnya cewek itu teriak..
"Eh jangan dorong-dorong dong, Anj*ing nih emang..."
Blaaammm, kau mendapatkan kesalahan nona. Semua senyap langsung menoleh pada perempuan yang bawa helm dan tanpa komando langsung bilang

Kita tahu bahwa setiap langkah yang kita ambil, hari yang kita lalui, kejadian dalam kehidupan ini memiliki makna, memiliki arti, menjadi pelajaran yang sangat berarti.

Siang ini kebetulan gue gak ada jadwal di depan komputer, tapi keliling Jakarta karena ada beberapa peralatan eskul yang kudu dibeli.
Mobil sekolah yang biasa dipake pun lagi berhalangan dipake sama unit lain, alhasil gue, kepala sekolah dan salah satu murid yang didaulat kepsek buat nemenin naik taksi ke daerah Jakarta Selatan.

Bukan sesuatu yang diduga juga, sampe bingung jelasinnya gimana dari awalnya gue cuman nanya ini itu sampe akhirnya tau dia punya anak berapa, rumahnya dimana dan pool-nya dimana.