Showing posts with label #Dolanan. Show all posts
Showing posts with label #Dolanan. Show all posts



Cuaca kala itu terik seperti mendukung kami dan rencana yang telah tersusun.

Sudah cukup lama semenjak kami dating karena sibuk bekerja dan bermain dengan anak kami yang masih berusia 2 tahun kurang.

 

Meski cutinya ga dadakan namun tujuan kami baru terpikirkan malamnya, agak lucu juga. Langsung gas pesen tiket via KAI Apps kelar balik main sama anak sambil nyengir-nyengir berdua. Besok pasti seru! Inner child kami membuncah, petualangan baru akan segera di unlock.


Sudah sekian lama tidak bersua, semoga para rekan sekalian baik-baik saja. 
Yap, banyak sekali ya yang gue lewatkan untuk diceritakan. 
Semoga saja dengan hari baru dan komitmen baru dapat terus merangkai cerita, asa dan harapan.

Babak baru ini akan gue isi dengan mengentaskan draft yang udah sekian lama nongkrong bagai voldemort yang tidak tersentuh (ah, iya pada akhirnya dia mati juga).

Hari terik disambut dengan semilir angin itu menghantarkan pertemuan gue dengan Monik, Yoana dan Sindy di Rumah Perubahan atau bahasa kerennya Jakarta Escape. 
Awalnya dibangun oleh Bapak Rhenald Khasali dengan tujuan edukasi dan arena berwisata daerah perbatasan Bekasi-Jakarta. Luasnya kurang lebih 7 hektar, jadi bisa dibayangkan ya seluas apa tempatnya. 


Halo kawand, 
Perjalanan yang sudah gue lalui setahun yang lalu ini mungkin terbaca cukup basi karena di tahun ini baru bisa dicurahkan, tapi tak apa tak mengapa izinkan sahaya menuangkan cerita di kertas putih, di dalam blog yang sudah bersawang saking jarangnya ditengok.

Perjalanan kala itu dari Bekasi menuju Bandung singgah di Purwakarta. Ya, gue menggunakan kereta lokal menuju Purwakarta. Ingin merasakan bagaimana ke Bandung dengan ongkos sangat terjangkau tapi memang ya sangat menyita waktu. 



Sore Kawan!
Petualangan tahun 2019 yang baru sempat ditulis tahun 2020 ini berasal dari Sukabumi.
Setelah beberapa tahun silam sempat mampir ke sini akhirnya kembali lagi kemari.
Bersama dengan janji jalan bareng @atpurnomo kali ini crew yang terlibat berjumlah 6 orang.
Adi, Elvan, Siti, Indah, Gue dan satu lagi sumpah loh gue lupa namanya (jika baca maafkan hamba ya)

Mengenyangkan perut dan menyegarkan diri, jam 22.00 kita pun jalan menuju tujuan Sukabumi.
Go go go..
Perjalanannya sangat menyenangkan manakala mereka semua bocor banget! haha..

Day 1; Puncak Habibie - Pantai Karang Hawu - Geopark


Ke Bandung mungkin terdengar biasa aja, alternatif ke sana pun bisa dikatakan banyak.
Mulai dari kereta, bus, mobil pribadi, motor, pesawat atau kalau mau naik kapal laut terus muter kemana-mana dulu juga boleh. Engga ada aturan saklek tergantung mau nyampenya kapan aja gitu.

Nah, engga mau mainstream dan sekalian menikmati perjalanan gue pun memutuskan untuk memakai kereta lokal yang harganya memiliki kearifan lokal pula.

13 Maret 2020

Hari jumat dipilih menjadi hari baik untuk memulai perjalanan ini dengan matahari mentereng bedanya engga sale dimana-mana.
Berhubung naik kereta lokal Walahar Ekspress Nomor 468 jadi harus transit dulu ya di Purwakarta untuk kemudian dilanjutkan ke Bandung.
Harganya berapa?
Cukup ngeluarin kocek 6ribu aja bisa langsung cuss ke Purwakarta ya kawan, belinya bisa on the spot atau lewat KAI Access, tapi gue saranin sih lewat KAI Access aja, bayarnya bisa pake Link kok.



Jangan lupa baca part sebelumnya kawan !

17 Sept 2018

Jujur aja di hari keempat ini gue udah beneran apal sama jalanan Denpasar-guest house, kalau dilepas tanpa gmaps cincailah ini gue muter sendirian kayak orang cerdas.
Pagi ini mari kita awali dengan pergi ke pantai Kuta yang katanya udah enggak seindah dulu tapi percayalah laut selalu tempat terbaik buat gue, meski di Bali ini bukan tujuan utama. Bali memiliki daya pikat luar biasa dengan hikayat yang bisa membuat gue merona sendiri. Sihir Bali tidak akan pernah cukup seperti waktu gue ke Belitung terdapat gejolak keindahan pertiwi yang sulit dilukiskan kata.



Sore kawan,

Gimana kabar hatinya? semoga masih utuh ya hingga sempat dibagikan.Cerita kali ini berasal dari kencan antara gue dan Ibu gue tersayang. Dimana gue memberikan surprise tiket ke Bali sebaik-baiknya bakti anak yang sering banget ngutang ke Ibunya tiap akhir bulan.

Seminggu sebelumnya dengan muka usil gue melipat tiket pesawat dan meletakannya di meja tempat Ibu biasa catat orang yang suka ngutang di warungnya, kala itu gue berharap dia akan membukanya-kaget-terharu-berlari memeluk gue. Namun kenyataan emang enggak semanis tukang gemblong langganan gaes. Nyokap cuman bolak balik kertas itu, diliatnya enggak ada space kosong buat nulis utang langsung diremes. Caranya ngeremes persis kayak ngeremes hati gue... eh buset meski gue tahu itu tiket bisa di reprint ya enggak langsung digituin juga kale Ibu tersayang. Sejadinya gue langsung istighfar disertai kernyitan Ibu.
Singkat kata setelah penjelasan panjang dikali kali, Ibu akhirnya paham dan berakhirlah kami di Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta seminggu kemudian diiringi rasa jantung berdegup kencang memulai petualangan kami berdua. BERDUA -zoom in zoom out- Betewe ini kilas balik ya kawan, karena pada akhirnya gue siap membagikan kebahagiaan hakiki ini sama kalian, muah :*


Sore Kawan,

Mari kita melanjutkan cerita sebelumnya, jangan lupa dibaca yaa part 1 nya..

Singkat cerita kami sampai di KLIA dengan muka bahagia dan wajah planga plongo. Ternyata begini toh bandara luar negeri.
Waktu sudah menunjukkan pukul 11.00 pm, kami memang memakai penerbangan terakhir. Karena ini jam tanggung kalau mau check in hotel kami pun memutuskan untuk menginap semalam di bandara.
Sebelumnya kami sempat mencari sudut-sudut strategis yang biasanya direkomendasikan oleh blog-blog traveler tapi sayang banget, penuh semua. Jadi kami mencari sudut paling nyaman.

Meski merem melek, karena tidur beralaskan lantai cukup membuat badan pegal. Jam 05.00 am kami bangun dan mulai berbenah.

Garut Gurilps atau dalam ejaan Sunda berarti Gemerlap, menuntut pemahaman akan hal itu aku pun beranjak dari Jakarta menuju Kota ini. 
Kakak kelas selama di Asisten Laboratorium memiliki peran dalam perjalanan kali ini. 
Karena dialah perjalanan ini terlaksana dan aku menemukan pengalaman yang berbeda.
Yap, dialah Christian dan Aji, tidak lupa dengan teman kantorku yang kebetulan senggang Indah.

Angin dingin malam itu berhembus, namun tak sedingin gelora yang kami rasakan. 
4 orang dengan muka berantakan usai kerja dengan semangat menggebu duduk manis di stasiun Senen malam itu, kami siap dan sangat siap pergi membelah angin Jakarta hingga Garut.

13 Desember 2019

Perjalanan ini dimulai dengan bertukar sapa, duduk sebentar terlelap kemudian. Kami menaiki kereta Serayu pukul 21.25 wib seharga 63ribu dengan estimasi tiba 02.15 wib



Sore cerah menghampiri hari ini, tak lupa kusapa dulu yang sedang asik menekan diri demi keselamatan banyak orang dengan berada di rumah.
Selamat menunaikan hashtag #dirumahaja bagi kita semua.

Sore Kawan!
Cerita Sore kali ini balik dengan mengetikkan satu dua lembar berbagi pengalaman luar biasa di tahun 2019 yang lupa dikata-katai akibat kekhilafan duniawi lalu melupakan fans blog ini yang engga tahu sih sebenernya kalian tersesat atau bagaimana.

Liburan 2 hari 1 malam (02-03 Nov 2019), kali ini aku membawa rekan sejawat untuk menjajaki keindahan bumi perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah.
Dengan @ms_fely @indahhayu @yenni_hafiz dipandu sales kenamaan dari kota Cirebon @m.septian.n

Pukul 06.30 wib kami berempat sudah duduk manis di bangku stasiun Senen. Berbekal lontong berisi hati dan sayur, segenggam roti dan sebotol air.
Hari ini starterpack yang memadai membuat semangat kian membara.



Sore Kawan,
Terletak di Jl. Pasar Kenari didampingi Universitas Indonesia dan Univesitas Gunadarma tidak membuat serta merta Museum sarat makna ini dikunjungi.
Siang terik itu gue dan Eka melipir ke Museum ini.

Dengan nama lengkap Muhammad Husni Thamrin, bapak Thamrin adalah sosok idola bagi orang Betawi. Lahir asli di Batavia tepatnya di Sawah Besar pada tanggal 16 Februari 1894.
Lalu kenapa bisa menjadi Idola? karena beliau ini adalah orang yang benar mempertahankan tradisi Betawi ditengah himpitan pendatang dan membuat orang Betawi terpinggirkan, sekarang pun gue udah jarang banget ngeliat orang Betawi asli di Jakarta yang masih eksis, lain hal kalau kalian udah mulai agak melipir, kalian baru akan menemukan orang Betawi.



Sore Kawan!
Panasnya Bekasi-Jakarta rasanya tidak menyurutkan semangat untuk berpetualang hari ini.
“Gimana kalau kita melipir ke Bubur Ase dulu?”
sebaris text muncul di layar, Eka begitu panggilan sayang gue ke dia, enggak ding emang itu nama dia.
“manut”
dijawab singkat penuh makna.

Mana mungkin gue menolak ajakan makan lebih-lebih temanya adalah dunia per-bubur-an. Soklah gaspol..

Diawali Stasiun Kranji dengan perut melapar gue dengan setia menunggu kereta yang akan membawa gue transit di Stasiun Manggarai sambung Stasiun Tanah Abang. Sebenernya kalau aja gue lebih teliti ngeliat alamat si Bubur Ase Babang Lopi ini gue bakal ngeh untuk turun aja di Stasiun Gondangdia lanjut ojek online.


Selesai di Banyuwangi bukan berarti liburan usai, transit di Surabaya selama 6 jam gue maksimalkan dengan sangat baik.
Sebelumnya mari singgah dulu di part 1 : Banyuwangi Bagus Part 1
dan di part 2 : Banyuwangi Bagus Part 2

Senin, 16 September 2019

04.50 gue tiba di Stasiun Surabaya Gubeng, meluruskan badan dan menunggu sebentar di stasiun, gue memutuskan membunuh 6 jam untuk berkeliling Kota Surabaya. Jam 05.00 wib gue memutuskan untuk memulai hari dengan misa harian di Gereja Kristus Raja.

Tujuan 1 :Gereja Kristus Raja


Ini adalah destinasi pertama gue di kota Surabaya sebelum memulai aktifitas selanjutnya, yaps Misa Harian, Misa harian di mulai pukul 05.30 wib.


Sebelum lanjut, jangan lupa baca part 1 nya dulu gaes Banyuwangi Bagus Part 1

Jumat, 13 September 2019

23.30 wib

Pintu sebelah yang diketok sama Mas Rahmat gue yang bangun. Jadi Mas Rahmat bilang ada yang mau barengan kita lagi 2 orang baru tiba sore tadi.
Luar biasa juga mereka baru dateng udah mau nanjak.

Menembus malam gelap dengan suhu Banyuwangi yang luar biasa. Gue dengan gegayaan ngendarain sendiri. Haha superb emang, padahal mereka udah nawarin diri gitu tapi ya gue pengen ngerasain gimana sih rang orang itu pada touring ke puncak dengan suhu begitu dan masih kuat. Iya gue kuat banget, kuat menggigilnya haha.. Makin ke puncak gigi gue gemeletuk gak karuan, sambil goyang-goyang dan coba fokusin mata mari kita bersemangat gaes menuju puncak impian di hati.

Akhirnya gerbang Taman Kawah Ijen terlihat, disini ada retribusi gerbang nih sebesar 5.000 IDR per orang dilanjut beberapa menit akhirnya pos Paltuding keliatan. Ah iya ada parkir juga, kalau kalian bayar parkir pas di parkiran jangan dibuang karcisnya ya, nanti pas di Pos Paltuding kalian akan diminta bayar parkir nah bisa deh tunjukkin tuh karcis parkir jadi dapet potongan harga, gue rasa kalau masukkin kode promo bisa jadi free haha canda..


Sore kawan,
Sayup-sayup terdengar suara musik gandrung disela-sela suara announcer stasiun Pasar Senen. Ya, gue sedang mendengarkan musik gandrung khas Banyuwangi untuk meresapi perjalanan ke Banyuwangi.

Rabu, 11 September 2019
Perjalanan dimulai dari Stasiun Pasar Senen ke Lempuyangan jam 21.30 malam, gue memilih perjalanan malam ke Lempuyangan dan bukan Stasiun Pasar Gubeng guna menghemat waktu, so buat kalian yang mau lebih menghemat waktu bisa nih milih tujuan Lempuyangan.

Sebentar duduk datanglah seorang gadis penghuni bangku sebelah, mencoba ramah gue menjulurkan tangan lalu dilanjut obrolan dan nonton bareng sampai dia turun di Stasiun Purwokerto, gadis itu namanya Novi, dari Purwokerto ke Cikarang mau cari kerja. Well, baiknya ketika gue sampe di Banyuwangi dia DM (kebetulan gue demen banget tukeran IG) nanyain udah sampe Banyuwangi, ah carenya si dedek emesh satu ini~




Sore kawan!

Petualangan kali ini berasal dari wisata Bekasi yang baru saja diresmikan tahun 2019 ini oleh Gubernur Jawa Barat beserta Bapak Walikota tercinta.

Terletak agak ke pelosok tidak menyurutkan niat dan tekad gue untuk menyambangi tempat tersebut bersama kakak seperguruan, halah kakak beserta anaknya.


Untuk aksesnya sendiri terdapat 2 alternatif. Yang pertama adalah kalian parkir dibelakang Mall Giant dan menyebrang ke tempat ini dengan getek warga setempat dan yang kedua adalah melalui Kantor Irigasi PAM Patriot (Dari jembatan Mall Revo Town ambil arah Lotte Mart), jalanan ini kecil banget cuman muat satu mobil, jadi kalau lagi papasan ya apes banget.



Sore Kawan,
Hari cerah itu di grup dolanan ada notif yang berisi list. Tahu-tahu udah ada list aja, kaget akutuh.
Iya, ini list nanjak Gunung Batu, Jonggol-Bogor Barat.
Biasanya tahu nama Jonggol aja dari tempat syuting film nah ternyata disana ada Gunung Batu juga? Uedan, kuper banget gue.

Singkat cerita karena pengangguran banget ditanggal itu, ngedaftarlah gue. Untuk keberangkatan sendiri kebagi menjadi dua. Satu dari Bekasi Timur satu lagi dari Depok punya cerita.
Karena gue termasuk alien Bekasi, jelas gue berangkat dari Depok Bekasi. Apalagi gue kejatahan ngendarain UFO yang akan mengantarkan aliansi Bekasi ke Gunung Batu.
Berangkat jam 11.00 wib sampai jam 13.00 wib, gak percuma gue naik UFO perjalanannya lancar ditambah orang-orang kayaknya masih lomba lari dari kenyataan atau lomba melupakan mantan sehubungan dengan 17an anti mainstream.



Sore kawan,

Apakah sudah pusing melihat judulnya?
Iyaps, kali ini kita mengunjungi Negeri Jiran yang juga menjadi kunjungan luar negeri pertama buat gue.

Deg-degan?
Rasa haru?
Atau malah tragis?
Pertama-tama izinkan sahaya membeberkan dulu bagaimana kronologis kedatangan ke Bandara, karena hal ini benar-benar patut dikenang hingga mau nangis rasanya.

Dimulai pada sore itu,
Pesawat kami take off jam 21.00 dan jam 17.30 kami masih nyantai dikantor. Padahal jam 18.30 kami sudah harus menaiki kereta bandara. Jalanan Jakarta emang bener-bener unpredictable dan entah kenapa hari itu macet dari pagi sampai malam.





Sore kawan,

Udah tahu kan transportasi yang lagi booming tuh di Jakarta, iyak itulah MRT atau Moda Raya Terpadu dalam bahasa Indonesia baku. Sebagai anak blogger gagal kaya dan tenar gue pun memutuskan untuk cari tahu kapan sih bisa nyoba kereta bawah tanah itu secara gratis.

Nah untuk Ujicobanya ini pemerintah bekerjasama dengan pihak ketiga yaitu Bukalapak, tapi sebelumnya bisa buka nih di ayo coba mrt biar dialihkan ke halaman bukalapaknya dan kamu bisa pesan lewat situ.
Yang perlu diperhatikan adalah :

1.    1 akun Bukalapak kalian bisa pesan maksimal 2 tiket
2.    Pendaftaran di Bukalapak adalah untuk menentukan kalian naik darimana, bila memang ada perubahan stasiun keberangkatan bisa dilaporkan dulu ke pihak Bukalapaknya yaa
3.    Menariknya kalian bisa turun di Stasiun mana aja dan bsa dapetin snack enak setelah isi kuisioner mengenai MRT



 Sore kawan,

Sore ini gue menyeduh teh hangat dengan sebungkus biskuat agar lebih kuat menghadapi kenyataan dunia ini. Kenangan mulai terlempar, tidak sampai setahun namun rasanya cocok saja menceritakan kala sore menorehkan senyum.

Tempat yang menurut gue adalah sebuah tempat dengan kekuatan magis, letaknya tidak jauh dari Ibukota ataupun Planet yang gue huni sekarang.
Yep, cuman butuh sekitar satu jam atau ya dua jam kalau hanya mengandalkan gmaps dan sedikit ketidakpekaan terhadap peta dan main ambil arah lain.