Showing posts with label #Reflection. Show all posts
Showing posts with label #Reflection. Show all posts


"Ngajakin nikah doang lewat WA, kesini kalau berani," ucap gue dengan sombong dan 5 menit kemudian tuh cowok udah berdiri di depan warung, nyengar nyengir sambil minta kelengkapan pendaftaran pernikahan negara.

Gilak. Begitulah sosok lelaki yang berdiri di depanku, belum mandi dan baru pulang kerja.

Waktu itu gue sama dia emang lagi ngobrol sembarang aja, yah namanya juga lagi PDKT kalau kata orang sekarang mah. Tapi kaget juga yekan disatroni gitu aja.
Tanpa berpacaran. Tanpa ba bi bu. Dia memutuskan untuk memberikan tulang rusuknya padaku.
-Kilas Balik Sebelumnya-


Udah ada yang nonton Nanti Kita Cerita Hari Ini?
Film yang tenar di masa penayangannya, berhubung gue kurang suka film mengenai keluarga gue cuman nunggu film ini di lain kesempatan jika gue bisa nonton.

Waktu penayangannya juga rame banget di twitter, sepotong-sepotong malah dapet spoiler gimana film ini bekerja kepada orang kebanyakan.
Seputaran timeline membahas betapa miripnya mereka dengan kehidupan baik anak pertama, kedua dan ketiga,
“ah gue mirip banget nih sama anak kedua”
“nah ini tuh beban anak pertama”
“manjanya anak ketiga..”
begitu kira-kira.
 
Dan sejauh itu gue engga menemukan ada yang bilang kehidupannya mirip dengan sosok ayah atau ibu.

“Apakah tidak ada orang tua yang menonton film ini?”

04.00 dan alarm berbunyi di weekend yang indah itu. Pertarungan antara bangun dan terlambat gue pun memutuskan untuk beranjak dari posisi rebahan dan mandi sambil komat kamit, mafhum hawanya lumayan juga kalau buat guyuran.

05.30 gue telah sedia menghadang kereta menuju Manggarai untuk lanjut ke Bogor, beberapa kawan yang sebelumnya menjalin janji temu hanya semu belaka. Merenungi keberangkatan ini dengan rasa berdebar bertemu kawan baru, akan bagaimana rasanya?

Yep, ini adalah camp pertama gue bareng komunitas ini, SKJ = Single Katolik Jakarta dan untuk orang-orang yang 99% gak gue kenal, gue positif akan cukup bersahabat dengan mereka.

Singkat cerita setibanya di Bogor, regis ulang dan kami pun berangkat menuju Perkemahan Curug Ciputri.



nb : Jangan lupa disetel dulu musiknya biar syahdu


Sore kawan,
Bahkan ketika 21 tahun terasa begitu panjang dan akhirnya fisik Rumah Tuhan yang diidamkan terwujud.
Satu kalimat yang terbersit dalam kepala gue,
"Oh, jadi begini rasanya punya gereja sendiri.."



 Sore kawan,

Sore ini gue menyeduh teh hangat dengan sebungkus biskuat agar lebih kuat menghadapi kenyataan dunia ini. Kenangan mulai terlempar, tidak sampai setahun namun rasanya cocok saja menceritakan kala sore menorehkan senyum.

Tempat yang menurut gue adalah sebuah tempat dengan kekuatan magis, letaknya tidak jauh dari Ibukota ataupun Planet yang gue huni sekarang.
Yep, cuman butuh sekitar satu jam atau ya dua jam kalau hanya mengandalkan gmaps dan sedikit ketidakpekaan terhadap peta dan main ambil arah lain.
Sumber
Sumber

Sebenernya ini hal yang udah trending lama, gue aja yang sok sibuk dan baru bisa ngeluarin isi otak gue.
Paham yang gue maksud?
Itu loh yang nentuin azab dari nama ataupun tahun lahir kalian.

Yang gue sendiri kalau diurutin jadinya
Koruptor ketindihan mangkok mie ayam
Ngerasa asik enggak sih bisa nentuin azab sendiri?

Setelah gue analisis dan menghasilkan asas praduga, bahwa hal ini terjadi akibat sinetron Indonesia yang azab-azaban,
contohnya Azab orang yang suka ngegas meninggalnya ketimpa gas
Atau Azab orang yang suka buang sampah sembarangan bakal kekubur di TPU
gue ngeri banget kalau ada orang yang suka kentutin temennya, itu azabnya kira-kira bagaimana ya, kalau gue sendiri nafsirnya azabnya adalah dikentutin balik sama yang nyelawat. Jadi acara yang seharusnya berjalan secara khidmat itu menghasilkan parade nada sesuai dengan kapasitas lubang yang tersedia dan menghasilkan suatu melodi luar biasa mungkin sesekali dibubuhi bau atau sedikit yang keluar.

Sudah mulai menjijikkan? oke baiklah mari kita ke topic selanjutnya.
Orang bilang angka 25 itu angka sakral, saking sakralnya banyak banget temen gue yang udah ngabisin angka 25 dengan tidak sendiri. Hampir sebagian teman jomblo gue punah dan gue masih terkapar sambil garuk tembok.

    Entah ada angin apa, tapi gue pengen banget refleksi sebagai perayaan umur gue yang udah nambah. Orang bilang umur hanyalah sebuah angka tapi apakah kalian tahu bagi si mama besar angka ini keramat seperti kuburan nenek moyang.

    Nah, jadi ada masanya di angka 25 ini gue menemukan seseorang yang mengisi sebagian tahun di umur gue ini. Ngisinya pake kenangan manis dan lebih banyak dengan rasa rindu.
Awalnya gue yang udah berdoa dengan mantep minta dikasih jodoh, eh sosok tak bertuan itu datang, menyambut dengan kegembiraan dong gue dan ngucapin banyak makasih sama Tuhan. eL-De-eR, gue rasa sebelumnya gue enggak pernah menyentuh satu kata asing itu, bahkan menikmati artiannya aja enggak tapi gue mau nyoba soalnya seakan Tuhan menjawab pertanyaan gue itu dengan sosok yang dia hadirkan.
Apakah kalian termasuk orang yang sering sumpah serapah sama sinetron Indonesia atau setidak-tidaknya menghujat dan berkomitmen untuk tidak menonton sinetron yang disebut sampah itu?

Nah, tanpa munafik gue sendiri sering dibuat kesel sama sinetron Indonesia yang alur ceritanya dipanjang-panjangin mengarah enggak jelas dengan pemain yang kini makin asal-asalan.
Bertebarnya Viu ataupun Iflix menjadi daya tarik sendiri menurut gue, karena disanalah berasal film pendek dengan beberapa episode yang lumayan epik, kuotanya doang sih emang yang enggak epik.

Beralih ke topik utama, kebetulan nyokap gue adalah penganut resmi pecinta Sinetron Indonesia, doi padahal sering menebak sendiri alur ceritanya, geregetan sendiri, gemas sampai pukul-pukul bantal atau mengatakan 'betapa membosankan yang dia tonton karena terlampau lama' tapi ya kenyataannya doi nonton sampe tuh sinetron bersih tuntas dengan keadaan yang dipaksakan.

Baca duls sebelumnya sob ::

Backpacker Ke Belitung 3 Hari 2 Malam
Budget Ke Belitung 3 Hari 2 Malam


Setelah puas ngiler-ngiler perjalanan gue dan tahu berapa budget yang gue keluarkan, gue ringkaskan juga buat kalian yang kiranya mau melipir ke sini selama 3 Hari 2 Malam :


Hellow Sob,

Sebelumnya baca ini duls biar nyambung ::

Backpacker ke Belitung 3 Hari 2 Malam 
Itinerary ke Belitung 3 Hari 2 Malam

Setelah sebelumnya gue ngebahas detail bin rinci mengenai perjalanan gue ke Belitung sampai akhirnya terpaksa menyewa mobil karena kondisi alam. Sekarang saatnya bongkar-bongkaran mengenai budget yang gue habiskan untuk pergi ke Negeri Laskar Pelangi ini :


*Yang gue merahin itu sebenernya gak perlu-perlu amat. Apalagi mobil kalau bukan karena cuaca yang gak mendukung agan bisa meminimalisir

Untuk tiket sendiri, gue dapet pas Garuda Travel Fair dan harga itu udah lumayan banget.





Kita gak akan pernah tahu kita akan kemana kedepannya, tapi yang kayak orang-orang bijak pernah bilang. Bila kita menginginkan sesuatu semesta bahkan berkonspirasi untuk mendukung hal itu.

Belitung mungkin menjadi hal yang tidak terbayangkan buat gue, ngeliat bandara aja pertama kalinya sob.

Yep, dulu gue nonton ftv di secetepe biasanya cuman pengen liat bentuk bandara itu macem mana dan sekarang gue nginjek-nginjek itu bandara, ultimate pula, keren lagi, lengkaplah sudah.



Tahu Purwakarta?
Yang sekarang udah jadi pelarian masyarakat ibukota yang butuh hiburan, iya hiburan kayak gue yang mukanya udah mendung macem langit siap tumpah.

Mulai dari kuliner sampai keindahannya, Purwakarta udah menjelma menjadi tempat wisata yang rekomen banget buat dikunjungi bahkan hanya ditempuh dua jam dari Jakarta.
Nah, kali ini gue gak cuman mau menjajak Kota Purwakarta, kali ini gue mau mengecap keindahan Purwakarta dari sudut pandang lain, dari kerja keras biar gregetnya makin berasa.

Mendaki Gunung Parang Via Ferrata.
Yep, salah satu kegiatan alam bebas. Jangan pikir gue orang yang berpengalaman atau udah biasa daki gunung, dakian iya gue banyak tapi kalau daki gunung... daki Bukit Sikunir aja gue kepayahan turunnya apalagi daki gunung.
Karena gue pikir ini adalah sesuatu yang bisa gue coba, itung-itung nambah pengalaman ditambah bertaruh bahwa phobia gue terhadap ketinggian bakal terobati akhirnya ya gue ikut.
Fyi, Via Ferrata itu sistem pemanjatan tebing dengan menggunakan lintasan besi yang telah dipasang dan pengaman kabel baja sepanjang lintasan tebing.

 


Perjalanan ke Bandung,
Melihat pemandangan hijau,
Mengingatkan gue pada sebuah kisah semasa dulu,
Ketika gue duduk dibangku SMK, bayangkan duduk aja gue udah bisa buat cerita.
Pas pelajaran pengembangan diri, jadi lu semua tau kan kenapa badan gue mengembang haha
Seoarang guru memberikan tugas, dan gue pun sebagai murid tau-ladan mengumpulkannya.
Tugasnya ada beberapa gambar dan diantara gambar-gambar itu kita pilih sesuai dengan kepribadian kita.
Sumber


Gue rasa gak ada manusia yang gak pernah mengeluh,
ya gak sih?
setubuh gak nih sama gue? pasti enggak, setubuh soalnya kecuali kalo setuju, ckck..

Menurut abang ganteng KBBI mengeluh adalah :
mengeluh/me·nge·luh/ v menyatakan susah (karena penderitaan, kesakitan, kekecewaan, dan sebagainya)
(Ngomong-ngomong tau darimana lu KBBI cowok sampe dipanggil abang?
Ya biar mesra aja )

Baiknya kita mulai darimana cerita yang pengen banget gue ceritain dari A sampai Z, dari melek mata sampai merem lagi, tadinya bahkan dari gimana proses pembuatan gue, cuman takut gak lulus sensor KPI, bisa-bisa blog gue yang udah punya rakyat sejuta dan pembacanya cuman hasil nyasar atau gagal keyword diblok, akhirnya gue sedih dan gali ubin di pojokan buat nanemin kabel macem pemerintah yang kerjaannya cuman bongkar pasang jalanan.
Bayangin aja nih ya, itu jalanan udah dibagus-bagusin, pinggirannya udah dirapih-rapihin, pakenya beton bukan maen kan, terus tiang listrik yang ditengah jalan udah digusur minggir eh besoknya tiba-tiba ada galian alai alam, gimana hati gak jadi menderu-deru kesal bin titannya eren dan segala mahkluk bumi jadi pengen dikatai-katai.
Kemacetan pun tak terelakkan menjadi hal yang diwajarkan dan jam keberangkatan jadi maju. Tapi masalahnya buat apa kalian bayangin kalau didaerah kalian juga begini? ya sudahlah kita merasakan hal yang sama, mari kita bersulang atas teh botol di kemasan kotak.

 Pagi ini gue bangun dikala toa masjid dengan suara bapak-bapak cempreng neriakin orang-orang biar bangun dan kelewatan sholat subuh, kira-kira begini bunyinya yang mampu gue tangkep dengan sangat sadar karena secara kebetulan masjidnya ada persis didepan gang rumah gue yang tusuk sate.
"Bangoonn bangooonn, bapak ibu bangoon sekalian anaknya bangoniiinn, ayo ayo sholat", caranya mengingatkannya memang sangat menyentuh hati yaa cuman secara suaranya cempreng gue yang gak semangat aja bisa jadi suntikan semangat.. dengan ngetawain dia, kurang dosa apa gue coba begitu melek mata udah ngetawain niat baik orang.



Pernah sial?
Ngerasa sial?
Atau emang orang paling sial?
Well sial emang gak pernah bisa dipisahin dari kehidupan dan gimana nanggepinnya terserah lu, mau dimaki atau disayang.
Kalau gue sih lebih milih disayang (sayangii aku bang~)
Untuk gue sendiri biasanya selalu sial kalau ketawanya berlebihan, karena yang kurang udah terlalu mainstream.
Contohnya begini,
Hari itu dimana hari terik banget, sore menjelang gak mengurangi terik itu. Matahari udah tenggelam bareng diskon-diskon.
Gue masih berkutat dibalik meja mencoba sok serius dengan beberapa rekan yang mukanya sama sok-nya kayak gue.

Sumber

Dalam kehidupan kita sering mendapat banyak penolakan, sering mendapat cibiran, sering mendapati diri kita pada situasi yang tidak kita inginkan, sering mendapatkan bahwa kita berada pada posisi yang salah dan patut disalahkan, sering menyalahkan diri sendiri mengatakan dengan tegas bahwa ini semua tidak akan terjadi kalau saja kita begini ataupun begitu.
terlalu banyak, bahkan selalu membebani pikiran kita.

Kita sering didiskreditkan menjadi sesuatu yang memang sudah menjadi bagian dari kita,
Baik itu warna kulit, tinggi badan, terlalu gemuk atau kurus, tidak memiliki rambut yang panjang, tidak memiliki wajah yang halus, tidak memiliki kulit yang mulus, memiliki luka disetiap jengkal badan, memiliki bau yang tidak sedap, berbicara dengan logat yang aneh, berasal dari luar pulau dan dianggap tidak menarik, karena suatu agama, karena ras, karena tidak kaya, karena miskin, karena tidak punya uang untuk belanja, tidak punya orang tua yang harmonis dan lengkap, tidak mempunyai kehidupan khayalan, tidak pintar..

Pada akhirnya kita pun menjadi resah dalam menjalani hidup ini…

Sumber

“Andaikan punya fortuner..”
“Andaikan pacar saya Bradd Pitt”
“Andaikan sekaya Bob Sadino”
“Andaikan punya papa seganteng Dedy Cobuzier”
Bla.. bla.. bla.. dan bla..

Siang serasa makin terik kalau ada orang yang mengeluh, apalagi kalau keluhannya macem itu. Rasanya jadi pengen naik fortuner punya Om Bob Sadino digandeng Brad Pitt di supirin Dedy Cobuzier.
Tapi sekali lagi itu tidaklah mungkin, karena :
1. Kenal Bob Sadino cuman dari tipi, apalagi sekarang udah Alm.
2. Brad Pitt udah berbahagia sama istrinya disana,
3. Dedy Cobuzier udah punya ttm-an
4. dan aku cuman bisa gali tanah di ujung gang.

Sumber
Dan bulan Desember telah datang, siap berganti tahun kawan?
Siap tidak siap kita memang harus melaluinya bukan begitu?

Seperti tahun-tahun sebelumnya dimana gue berefleksi sebagai jomblo sejati, ditahun ini pun gue memilih opsi itu untuk menghabiskan hari. Atau mungkin diakhir-akhir ini terasa sedikit berbeda karena ada hati yang sedang belajar menyukai.

Tolong ucapkan selamat dulu sama gue yang setelah gue hitung dan takar ternyata tahun ini gue 6 tahun jalan  dengan kehidupan tanpa status kepemilikan #asikasikjoss. Gue rasa untuk ukuran cewek yang telah mengecap begitu banyak rangkaian kisah dan daftar panjang gonta ganti pasangan gue merasa bangga sudah bisa mencapai angka itu, haha (ketawa miris).

Dan tepat beriringan dengan tulisan ini gue menonton satu hal yang bikin gue senyum senyum sendiri, “How To Be Single” yang diperanin epik banget sama neng Dakota.


Apa yang kalian lakukan di long weekend awal bulan desember ini?
Apakah tiduran dirumah, menerjang kemacetan tiada ujung atau lebih memilih mantau akun @lambet*rah biar jadi kidz zaman now kekinian yang update gak berenti?

Kebetulan gue sendiri memilih untuk keluar dan memilih melawan arus dengan menjadi GPS hidup kakak gue. Iyak gue nemenin dia temu kangen sama hobi yang sampe sekarang gak bisa gue ngertiin.
Gue ceritain sekilas mengenai hobi dia ini. Hobinya adalah melihara ikan, gak berenti disitu dia juga sempat mendalami Aquascape (ini adalah seni dimana kalian menyusun tanaman, coral dan segala kroni-kroninya membentuk keindahan luar biasa), cuman terbentur modal dia berhenti dan mulai membangun kolam ikan yang lumayan. Ikannya pun bukan main, mulai dari nyoba melihara predator, arwana sampe louhan.

Gue menyebutnya hobi lelaki.