Sore kawan,

Udah tahu kan transportasi yang lagi booming tuh di Jakarta, iyak itulah MRT atau Moda Raya Terpadu dalam bahasa Indonesia baku. Sebagai anak blogger gagal kaya dan tenar gue pun memutuskan untuk cari tahu kapan sih bisa nyoba kereta bawah tanah itu secara gratis.

Nah untuk Ujicobanya ini pemerintah bekerjasama dengan pihak ketiga yaitu Bukalapak, tapi sebelumnya bisa buka nih di ayo coba mrt biar dialihkan ke halaman bukalapaknya dan kamu bisa pesan lewat situ.
Yang perlu diperhatikan adalah :

1.    1 akun Bukalapak kalian bisa pesan maksimal 2 tiket
2.    Pendaftaran di Bukalapak adalah untuk menentukan kalian naik darimana, bila memang ada perubahan stasiun keberangkatan bisa dilaporkan dulu ke pihak Bukalapaknya yaa
3.    Menariknya kalian bisa turun di Stasiun mana aja dan bsa dapetin snack enak setelah isi kuisioner mengenai MRT



 Sore kawan,

Sore ini gue menyeduh teh hangat dengan sebungkus biskuat agar lebih kuat menghadapi kenyataan dunia ini. Kenangan mulai terlempar, tidak sampai setahun namun rasanya cocok saja menceritakan kala sore menorehkan senyum.

Tempat yang menurut gue adalah sebuah tempat dengan kekuatan magis, letaknya tidak jauh dari Ibukota ataupun Planet yang gue huni sekarang.
Yep, cuman butuh sekitar satu jam atau ya dua jam kalau hanya mengandalkan gmaps dan sedikit ketidakpekaan terhadap peta dan main ambil arah lain.


Sore kawan,

Kali ini cerita dimulai dari janji temu oleh teman yang dikenal dari event bukalapak, Eka dan Dewi adalah kedua orang itu, berawal dari obrolan bareng berlanjut sampai sekarang.
Kafe Dialogue dirasa cukup menampung semua rasa rindu tak lama bersua dan bercakap, tiga gelas minuman menemani siang terik kala itu di sela makanan ringan mengiringi tawa dalam canda.

Suasana kafe kala itu sungguh menyenangkan, mungkin karena matahari diatas kepala dan pengunjung yang terlihat masih belum banyak. Kafe ini dibagi menjadi dua ruangan, ruangan ber-ac dan non ac. Dalam ruangan ber-ac kalian akan disuguhkan lampu temaram dengan kolam air yang berada disebelah kasir. Di ruangan non ac yang terbagi juga menjadi dua, satu tepat disebelah ruangan ac dengan konsep atap yang terbuka dan satu lagi dengan konsep berjendela. Kami memilih ruangan non ac untuk menikmati semilir angin hasil suguhan halaman belakang yang lapang.
Karena kafe ini tergabung dengan gallery, tiap ruangan disekat oleh beberapa seni artistik dan beberapa karya (sehubungan rasa nyeni gue kurang jadi ya gue hanya bisa mengamati sembari mengira-ngira pesan yang tersirat).
Salah satu hal yang terkenal di kafe ini adalah instalasi tangga melayangnya. Dimana ketika kalian berpose diatasnya orang pasti akan bertanya, ‘apakah tangga itu melayang?’

Sumber

Sore kawan,

Di senja satu hari sebelum ini datanglah kawan menitipkan surat, aku bertanya
"pada siapa harus kusampaikan"
Seulas senyum lalu dia mengatakan,
"pada Cintalah kamu harus menyampaikannya"

Dengan segala kerendahan hati semesta aku pun memberanikan diri membuka surat itu, mengintip siapa yang dimaksud dengan Cinta itu.
Beginilah bunyinya..

Sumber
Sore kawan,

Dari judul kelihatannya pasti gue keren banget, ke suatu tempat membawa semacam misi. Iya kali ini emang beneran gue bawa misi, misi mengenai masa depan seseorang.

Seseorang itu kakak gue, doi lagi nyoba ngelamar ceweknya dan gue disini berperan sebagai supir tol.

Kakak gue udah 6 tahun mengarungi pacaran ala ibukota dan ceweknya ngerasa ini adalah waktu yang tepat untuk beranjak dari status “pacar” menjadi lebih serius “istri dan ibu dari anak-anak”. Mereka mencoba serius dan gue sekali lagi adalah supir tol yang setia mengarungi tol Cipali.




Sore kawan,

Di Jakarta? Weekend?
Jangan sedih, meski Jakarta terkenal banget sama gaya hidupnya yang hedon atau apa-apa serba mahal, sebenernya ini sih tergantung kemana kalian ngelancong kawan.
Kalau ngelancongnya kelasan museum macan yang menurut gue karya heroik, seni kelas atas atau Dufan (dimana gue kalau kesini pasti cari promoan dulu) atau ke mall macem Grand Indonesia, Plaza Senayan dan bangsanya gue yakin seratus persen kalian akan mengatakan bahwa gaya hidup Jakarta adalah hedonisme.

Sumber
Sore kawan, 

Cerita ini berawal dari rasa penasaran dan ingin mencari sudut Jakarta yang bisa dibuat ngebaca dengan khusyuk. Kafe Arborea menjadi pilihan kala itu. Tempatnya ditengah hutan buatan Kementrian Lingkungan Hidup. Dibangun sebagai penunjang nuansa Asian Games silam oleh Ciputra Group dan setelah Asian Games beralih olah ke Koperasi Kementrian Lingkungan Hidup.

Sore kawan, 

Cerita kali ini disponsori oleh AKBER, siapa itu AKBER, silakan ulik disini bersama dengan Mbak Hanny Kusumawati.  Gue sendiri baru pertama kali nih ikut kelas menulis, biasanya kan menyambangi perkumpulan alien maniak grepe-grepe keyboard (dibaca blogger).

Awalnya agak pesimis karena ada seleksi tapi ya dicoba aja dulu siapa tahu dewi fortuna bersin ke gue yekaan. Menjawab segala pertanyaan sambil berdoa rupanya dewi fortuna bersedia bersin dimuka gue. Yaa ada nama gue kecantum disitu. Bahagia? Beuh bahagia gue. Iya sesederhana itu mah kebahagiaan gue.


Puncak Rasa Bandung

Sekelompok pekerja yang tengah penat dengan rutinitas kantor, mencoba mengumpulkan kepingan semangat lewat liburan singkat.

Itulah gue dan squad enggak jelas yang tiba-tiba terbentuk, atas pertemanan yang bersifat temporer gue akan mentag kalian di blog gue yang nais ini gengs.
Sabtu itu dengan mentari yang sinarnya mengalahkan senyum cemerlang pepsodent gue dan @ndahayu, @ms_fely, @nurrozalani, @atharrytina, @ikkatyas, @nandadhianita pergi menjelajah salah satu tempat wisata di Bogor.

The Ranch adalah lokasi yang dipilih, selain karena tiket masuk Rp 20.000 untuk segala rentang usia, tiket masuknya bisa dituker juga sama susu (tersedia plain, coklat dan strawberry –gue rekomendasiin coklat gengs-) dan inilah yang gue sebut penghematan.
Sumber
Seperti berada di dua pilihan yang sebenernya enggak mau dipilih juga, beginilah kadang orang-orang yang demam travelling bertanya kepada sesama traveler.
“Elo tipe mana, solo atau grup”
Ini tuh semacam pernyataan,
“Elo solo player atau biasa main grup?”
Iye, semacam pernyataan di game RPG (Role Playing Games) yang kalau maen ramean biasanya struktur kalimatnya jadi SPOKK (Subjek Predikat Objek Kata Kasar).

Gue sendiri pikir ini adalah bagaimana kenyamanan individu terhadap hal yang dijalaninnya. Kita semua enggak suka dipaksa kan, dipaksa mencintai aja enggak suka kan #eak..