Akhirnya tiba juga di penghujung bulan, di tanggal terakhir dan tantangan #1day1dream pun akan segera usai. Patutlah gue berbangga hati karena dapat menyelesaikan misi mulia ini.

Misi terakhir untuk menutup bulan yang membara ini adalah sebuah impian yang bakal gue wujudkan di tahun ini, tahun 2015. dumdurudududududumdumdumdududururruuru... *ceritanya suara tabuhan genderang*

"Semoga di tahun ini gue bisa diangkat jadi karyawan tetap"

Lalu mari kita semua teriakk "AMIINNNN"
Dia ini salah seorang perempuan tangguh yang gue kenal, gak pernah takut nangis dihadapan orang tapi juga gak pernah takut bahagia bersama orang lain (yang meski orang itu adalah kasih tak sampai dan sedang membicarakan pacarnya *agak miris sih sebenernya*).
Dia ini sosok yang selalu ramah apalagi sama emak-emak, baik emak-emak yang nelpon malem-malem dan ganggu tidur dia cuman nanyain PR anaknya halaman berapa ataupun emak-emak yang rempong sama dapurnya dan akhirnya minta bantuan dia. Keramahannya selalu diperlihatkan dimanapun kecuali ketika sedang membicarakan mimpinya, dengan tekad menggebu-gebu dia pasti membicarakan impian-impian yang ingin dicapainya dimasa mendatang termasuk mencari calon pendamping yang direstui oleh Tuhan.

Nama kawan gue ini Mbak Yuli atau gue biasanya manggil Mbak Yul, kita panggil dia Mbak untuk menghargai umurnya yang udah bau tanah (haha, bohong ding. Umurnya 24-an kok, masih single dan istri idaman *eh sekalian promo yak*). Impian dahulu adalah menjadi seorang pendidik, maka dia masuk jurusan sastra Inggris di UKI. Sambil kuliah sambil kerja, dia kerja sebagai pengajar part time dibeberapa tempat les dan sekolah.

"Gak pernah mau jadi beban orang lain, apalagi orang tua. Selama kita masih sehat dan mampu ya lakukan sendiri"
Siapa sih yang gak mau punya rumah yang mapan? gak usah besar apalagi megah yang penting waktu hujan gak kebasahan sampe sakit, waktu mentari lagi diskon gak kegosongan. Yang penting bisa buat ngehalangin angin dingin menusuk tulang dan sinar mentari yang ngebuat rambut jadi bule.
Dia bilang rumahnya yang penting layak ditempatin buat anak-anak dan terutama istrinya.
Dia bilang ini impiannya, mungkin sekarang harus ngebagi dana yang ada dengan pendidikan anak yang gak kalah pentingnya tapi juga untuk rumah yang emang diidam-idamkan.

Namanya Lik Yono, saudara gue yang sejak kecil selalu temenin gue main dan juga ngebantuin dalam proses pembangunan rumah yang sekarang gue tempatin, yang sekarang menjadi tempat berlindung gue dari bahaya cuaca. Dia adalah adik dari pihak ibu dan sejak menikah menetap di Bekasi. Pasangan muda yang merintis kehidupan bersama, mulai dari nol. Gue rasa mulai dari nol banget. Awalnya mereka ngontrak, Lik gue kerja sebagai buruh serabutan dan istrinya buka warung dikontrakan yang dihuninya. Yang bikin gue bangga adalah Lik gue selalu bekerja tanpa pernah pantang menyerah, bekerja demi istri dan anak dirumah, dia naik sepeda dan kerja didaerah cacing (gue aja yang naik motor kadang butuh waktu sejam lebih apalagi dia yang naik sepeda? superman banget gak sih Lik gue satu ini?) Istrinya menyulap kontrakan seadanya menjadi sebuah warung yang selalu dilengkapi barang dagangannya guna menyenangkan pembeli. Anaknya ada 4 tapi percayalah dari anak 1-3 semuanya berprestasi, gue aja sampe terharu mereka selalu dapet rangking (yang keempat gak gue sebutin karena masih belum sampe umur 5 tahun, tapi si kecil Aira ini selalu mendapatkan rejeki berlimpah dari tetangga. Sungguh terberkati banget deh..).

Hayoo siapa yang gak kenal Kapin atau bisa gue sebutin lengkapnya Irvina Lioni Yuniasari (kurang lengkap apa coba gue nyebutin nama artis papan atasnya Kancut Keblenger satu ini sampe mungkin gue perlu dikasih hadiah *uhuk*)
Nah ada apakah dengan mahkluk aseli darah betawi ini, apa tingkat ke-unyu-an dia makin tinggi? atau akhir-akhir ini dia baru aja dari Kor-Sel dan hendak bagi-bagi hadiah? *uhuk* atau atau yang lebih mengejutkan dia akhirnya komentarin blog gue yang absurdnya melebihi kapasitas orang normal?
tet tot.. pertanyaan salah semua. Yang benar, Dia adalah salah seorang yang menurut gue cocok banget sama tema 5 hari ini, manusia yang sedang meraih impiannya (meski gue ketemu kalo kopdaran aja sama dia :v). Mungkin ini bukan impian utamanya, tapi ini adalah salah satu impian dari sejuta impian yang dia gantungkan di teras kamar dan selalu berdoa pada pemilik semesta untuk mendukungnya.

"Kerenin Blogger Negeri"
Impian adalah sesuatu yang didambakan semua orang. Dari penjelajahan semua blog gue selalu menemukan kebanggaan pernah atau mengusahakan mimpi itu. Mimpi itu indah bukan? Kayak gue yang bercita-cita jadi pengajar semenjak SD dan memang saat ini gue harus menjadi pekerja dahulu. Meski gue akui, dalam posisi ini tidaklah nyaman tapi kalo inget tujuan gue berada diposisi gue sekarang adalah untuk sesuatu yang gue idam-idamkan, gue pun mulai tenang dan fokus pada posisi gue sekarang ini.

Gue pikir cuman gue yang berada diposisi yang tidak semenyenangkan ini dimana ada impian yang sebenarnya lebih membahagiakan untuk digapai, tapi akhirnya gue sadar bahwa diluar sana banyak yang tidak bisa menggapai apa yang diinginkannya dan ikhlas dengan keadaannya sekarang, yang berani bermimpi namun pada akhirnya melupakan impiannya itu.
Seperti kawanku ini, Wahid, seorang pejuang impian yang kini tengah mengasah mimpinya..
Akhirnya tiba juga pada 5 postingan untuk tema terakhir. Menulis tentang sosok yang berada disekitar kita, dimana dia memperjuangkan impiannya. Nah, maka dari itu daripada berleha-leha sama kata-kata saking semangatnya menuliskan semangat dari sosok satu ini. Bolehlah gue kenalin sosok satu ini sama kalian dahulu, biar gak pada kaget kalo gue yang begini punya sosok yang begitu *ini apasih*.

Namanya gue samarkan, biar dia gak kepedean karena gue tulis (etapi statusnya udah jelas yak, kakak ipar. Hahaha). Oke baiklah jadi secara beruntung kakak perempuan gue udah menikah dengan lelaki yang gue bilang beruntung juga dan sudah menghasilkan 2 mahkluk yang sekarang gue sayang banget, nah perjuangan cinta mereka ini gue bilang khasnya anak muda lah, putus nyambung putus nyambung eeehh untungnya udah 6 tahunan mereka mengarungi lautan (eh kenapa gue jadi curhatan kisah asmara kakak gue?).
Jadi kakak ipar gue ini bisa dibilang pekerja tekun dan ulet, awalnya dia kerja dibagian marketing dan udah mapan menurut gue. Karena dia udah bisa beli mobil dari hasil kerja marketing ntuu, posisinya juga gue bilang udah great lah..
Akhirnya setelah negara api menyerang dan kedamaian tercipta, juga abang Naruto udah punya anak gue dapet Liebster Award ini, #yeeaaaahhh.. *selametan sebelas hari sebelas malem*

Sebenernya udah lama gue nungguin ada yang nantangin, sampe berat badan gue naik 11 kilo, muterin GBK 11 kali, jungkir balik 11 hari, sampe 11 hari mimpiin kamu #okesalahfokus akhirnya ada manusia cantik bak bidadari naik dari laut yang memberikan cahaya terang ini (saking senengnya sampe gesrek otaknya) :v

Jadi buat kalian yang gak tau Liebster Award apaan, kalian mungkin perlu berkonsultasi ke sepuh google dan berguru padanya selama 11 hari dengan puasa penuh (jangan lupa pastikan jaringan wifi tetangga stabil untuk diajak berkawan). Peraturannya sih kelihatannya sederhana (kayak cintaku padamu, sederhana) tapi ternyata ngelakuinnya sulit (kayak cintaku padamu, sulit dilupakan #halah).

Cut.. Cut,.. Arul cut..
Ini kira-kira kalo diterjemahin jadi potong.. potong.. Arul potong... *eh*
Wkwkwk.. gak ada maksud kapten :D

Yang pasti gue seneng nih sama impian mahkluk ganteng satu ini (gak ada yang pernah muji loe kan rul? nih gue baik hati muji loe). Impiannya berputar tentang pembuatan film, awalnya kecemplung eh malah jadi pengen.
Gue udah daftar Kine Klub dan dua minggu setelah daftar itu kita pelantikan, tapi gue gak ikut soalnya waktu itu lagi mepet-mepetnya mau UTS, selain gue males tentunya. Nah setelah  pelantikan itu semua anggota Muda di kelompok-kelompok yang anggotanya sekitar 20 orang buat produksi film, dan gue ada disalah satu kelompok. Katanya yang gak ikut pelantikan gak bisa ikut buat film, tapi temen gue tetep masukin gue di kelompoknya dan ngebujuk gue tetep ikut, sebenernya gue gak mau ikut tapi karena memang kekurangan anggota dan dipaksa-paksa buat ikut, jadinya gue ikut aja deh.Waktu Produksi film pun tiba- 3 hari setelah UTS, kita kumpul buat untuk ngebuat film, tugas gue di buat film ini adalah lighting, atau bahasa kasarnya tukang lampu, sebenernya gue pengen jadi Script Writer atau Sutrdara, tapi karena cuman lighting aja jobdesk yang kosong ya udah terpaksa, Jadi Lighting itu sumpah cape banget, cape tapi karena udah dilakuin ya nikmatin aja, singkat cerita 3 hari berlalu buat film pun selesai dengan rasa bangga karena udah bisa buat film he.
Seperti yang gue bilang tadi, gue sebenernya pengen jadi Sutradara suatu saat, karena gue ngeliat sutradara gue waktu itu keren abis perintah-perintah orang,  besok mungkin pas penjurusan semester 5 gue ambil AV biar jadi sutradara, atau yang penting bisa buat film deh hihi.
Cihuy gak tuh cerita dari si Arul yang berjudul Action! gue sih ngerasa cihuy banget secara gue pengen naik panggung drama meski sekali, ketemu Arul yang pengen jadi sutradara (loe ngerasa kita cocok gak sih rul *kedipkedipmata*).

Tapi gue pernah nih rul jadi sutradara semasa SMK (tugas sekolah), bukan main sulit dari pembuatan naskah, ngarahin anak-anak sampe itu kamera posisinya dimana biar gak ganggu dan dapet feel-nya (masalah lighting diserahkan kepada Yang Kuasa), dan menyelesaikan film pendek adalah sesuatu yang bikin gue sendiri "amaze" dimana kerasa lega dan puasnya berhasil kerjasama tim menghasilkan sebuah karya yang bernilai 90 dimata guru. ^^

Tentunya impian loe jadi sutradara bukan sebuah hal yang mustahil, sekarang jadi tukang lampu besok jadi tukang pegang take, besoknya audio besoknya visual, lama-lama juga jadi sutradara di Kine Club (kalo loe udah lulus dan didepak kampus) weekekek..
Yang pasti kejar terus impian ini (dan jangan lupa kalo butuh artis gue siap). :P

FIGHTINGGG bro..!!!

Sumber
Apakah Antsomenia itu?
apakah dia mahkluk asing nan absurd yang keluar dari jalur dibima sakti? tersasar ke bumi dan jatuh ke negara yang disebut Indonesia? (mari kita doakan semoga dia betah)
Sayangnya bukan, dia bukanlah mahkluk asing apalagi astral ditambah yang suka hihi hihi tiap malam di pohon tetangga lalu ditimpukin dan jatuh meraung. Dia adalah suatu mahkluk berimajinasi tinggi yang memiliki mimpi sama kayak gue.
"Menyelesaikan Tulisan ditahun 2015 ini"

*Pake tabuhan drum biar dramatis*
Iya! Tulisan, ini nih kalo gak percaya, gue penggalin paragraf dari tulisan dia yang geboy..
Go Go Go Japooonnn..
Mungkin gak sedikit yang menuliskan impiannya untuk pergi ke negeri satu ini, dimana budayanya selalu ngebuat wah dan khusus buat gue yang selalu terpukau ngeliat keindahan musim semi dan merasa daya tarik pada negeri satu ini.
Budaya dan teknologi berjalan beriringan, dimana loe masih bisa ngeliat orang pake yukata berjalan kesana kemari di kota besar Tokyo sekalipun. Dimana loe bisa nemuin kuil disetiap jejak perjalanan dan terawat dengan indah, dimana loe bisa ngeliat kearifan lokal yang gak pernah luntur dimakan jaman.
Well Jepang kota teknologi yang sarat budaya. Budaya disiplin dan tegas pun menjadikan nilai plus dimata gue, bertanya-tanya kapan Indonesia bisa begitu (lalu terdengar kalau bukan sekarang kapan lagi kalau bukan kita siapa lagi).